Gaungriau.com– Pemerintah terus memperkuat budaya literasi di Indonesia melalui pemerataan akses terhadap buku bacaan bermutu. Kamis 30 Juli 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi melepas pengiriman 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu yang akan didistribusikan ke 18.444 sekolah dasar (SD) dan 6.165 sekolah menengah pertama (SMP) di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.

Dari Kudus, Jawa Tengah, jutaan buku mulai diberangkatkan menuju berbagai daerah di Indonesia. Pengiriman ini menjadi bagian dari program prioritas Kemendikdasmen untuk memperluas akses bacaan berkualitas sekaligus membangun budaya membaca sejak dini sebagai fondasi pendidikan yang bermutu.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan pengiriman jutaan buku tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kemampuan literasi anak Indonesia.

"Selamat atas capaian yang membanggakan, pelepasan 5 juta buku untuk SD dan SMP guna meningkatkan literasi anak-anak Indonesia," ujar Abdul Mu'ti saat melepas distribusi buku di Kudus.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang unggul dimulai dari budaya membaca. Karena itu, Kemendikdasmen menjalankan tiga strategi utama, yakni menumbuhkan kebiasaan membaca (book engagement), meningkatkan kecakapan membaca, serta memastikan ketersediaan bahan bacaan yang berkualitas di sekolah.

Sekolah penerima bantuan diprioritaskan bagi satuan pendidikan yang berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025 masih berada di bawah kompetensi minimum pada aspek literasi dan belum pernah menerima bantuan buku pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan pendekatan tersebut, bantuan diharapkan tepat sasaran dan mampu mempercepat peningkatan kemampuan literasi peserta didik.

Buku yang didistribusikan terdiri atas buku bergambar untuk jenjang SD, serta komik dan novelet untuk SMP. Ragam bacaan tersebut dipilih agar lebih menarik bagi anak-anak dan mendorong mereka menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.

Hingga 2026, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu ke berbagai daerah di Indonesia. Program ini juga menunjukkan hasil positif. Berdasarkan kajian Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025, sekolah yang menerima bantuan buku mencatat peningkatan capaian literasi yang lebih baik dibandingkan sekolah yang tidak menerima bantuan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan seluruh buku yang didistribusikan telah melalui proses kurasi oleh Pusat Perbukuan sehingga memenuhi standar kualitas isi maupun penyajiannya.

Setiap sekolah dasar akan menerima sekitar 200 eksemplar yang terdiri dari 100 judul, sedangkan setiap SMP memperoleh 300 eksemplar dengan jumlah judul yang sama.

Selain buku cetak, Kemendikdasmen juga menyediakan buku bacaan digital, buku audio, video pembelajaran, hingga buku braille agar akses terhadap bahan bacaan dapat dinikmati seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Secara keseluruhan, distribusi tahun ini mencakup 3.688.800 buku untuk jenjang SD dan 1.849.500 buku untuk jenjang SMP, dengan total anggaran sebesar Rp40,66 miliar.

Hafidz menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang mendukung pelaksanaan program tersebut, termasuk PT Pura Barutama sebagai pencetak buku dan PT Mars Akbar Mandiri yang menangani distribusi ke berbagai daerah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pura Barutama, Bambang Handoko, mengaku bangga dapat berkontribusi dalam penguatan budaya literasi nasional.

"Kami berharap semangat membaca terus tumbuh, tidak hanya di sekolah-sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga. Membaca adalah fondasi penting untuk membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing," ujarnya.***