Gaungriau.com– Menyambut Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyalurkan bantuan sembako kepada warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas di Kecamatan Sungai Apit, Jumat 9 Oktober 2026.

Bantuan tersebut disalurkan melalui program Jumat Bersedekah dengan menyambangi empat kampung, yakni Kampung Mengkapan, Penyengat, Rawa Mekar Jaya, dan Sungai Rawa.

Dalam kegiatan itu, Syamsurizal tidak hanya menyerahkan paket sembako, tetapi juga menyapa dan berdialog langsung dengan warga penerima manfaat untuk melihat lebih dekat kondisi kehidupan mereka.

“Bapak, Ibu, ini adalah kegiatan Jumat Bersedekah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Siak yang ke-27. Tanggal 12 Oktober besok hari ulang tahunnya. Hari ini kami berbagi sembako kepada Bapak dan Ibu. Bantuan ini berasal dari para ASN di lingkungan Pemkab Siak,” ujar Syamsurizal.

Setiap paket bantuan senilai sekitar Rp173 ribu berisi beras lima kilogram, satu papan telur, gula, dan minyak goreng.

Syamsurizal berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, meskipun nilainya tidak seberapa. Ia juga meminta doa agar Kabupaten Siak terus berkembang dan menjadi lebih baik ke depannya.

“Memang ini tidak seberapa. Mudah-mudahan bisa bermanfaat ya, Pak, Bu. Jangan lupa doakan Siak agar semakin baik ke depannya,” tuturnya.

Hidup Sendiri, Kamarudin Tetap Bekerja sebagai Buruh Angkut

Di balik penyaluran bantuan tersebut, tersimpan kisah perjuangan Kamarudin (78), salah seorang warga Kampung Rawa Mekar Jaya yang menerima bantuan.

Di usianya yang sudah lanjut, Kamarudin masih harus bekerja sebagai buruh angkut barang di pelabuhan dengan menggunakan pompong demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ia tinggal seorang diri di sebuah bangunan kayu sederhana dengan satu ruangan yang dibangunnya sendiri. Penghasilannya pun tidak menentu, bergantung pada ada atau tidaknya barang yang harus diangkut.

“Terima kasih, Pak, atas bantuannya. Ini sangat bermanfaat bagi saya, apalagi saya tinggal sendiri di sini. Saya bekerja sebagai buruh angkut barang, membawa pompong. Penghasilan sehari sekitar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu. Kadang kalau tidak ada barang, ya tidak ada penghasilan,” ungkap Kamarudin.

Di tengah keterbatasan tersebut, Kamarudin berharap Kabupaten Siak terus berkembang dan kehidupan masyarakat semakin baik.

“Mudah-mudahan Siak terus maju dan semakin baik, Pak,” tambahnya.

Program Jumat Bersedekah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dihadirkan menjelang Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak. Melalui penyaluran bantuan secara langsung, diharapkan warga yang membutuhkan dapat merasakan manfaat dari semangat berbagi dan kebersamaan.

Momentum hari jadi daerah ini pun menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang kemajuan wilayah, tetapi juga tentang kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.(inf/aldi)