Gaungriau.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, memprioritaskan pembenahan tempat pemrosesan akhir (TPA) Bagansiapiapi menjelang penilaian Adipura yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis 5 November 2026 mendatang. Sebanyak 32 titik pantau disiapkan untuk menghadapi penilaian tersebut.

Persiapan dibahas dalam rapat koordinasi di Aula Kantor DLH Rohil, Senin 2 November 2026 pagi, yang dipimpin Kepala DLH Rohil, Suwandi, S.Sos. Rapat dihadiri pejabat struktural dan fungsional, aparatur sipil negara (ASN), koordinator lapangan, serta pengawas di Kecamatan Bangko.

Suwandi mengatakan, seluruh koordinator lapangan dan penanggung jawab titik pantau telah diinstruksikan untuk memaksimalkan persiapan agar lokasi yang menjadi objek penilaian siap saat tim penilai tiba.

"Seluruh koordinator lapangan dan koordinator titik pantau kami minta melakukan persiapan semaksimal mungkin agar wilayah yang menjadi objek penilaian benar-benar siap," ujarnya.

Menurut Suwandi, penilaian mencakup sejumlah lokasi di Bagansiapiapi dan kecamatan lainnya, termasuk Bagan Sinembah. Dari 32 titik pantau yang disiapkan, kondisi TPA Bagansiapiapi menjadi salah satu perhatian utama, terutama terkait pembenahan lokasi dan optimalisasi pengelolaan sampah.

Tim penilai direncanakan berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau.

DLH Rohil berharap persiapan tersebut dapat meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekaligus memperbesar peluang daerah itu kembali meraih penghargaan Adipura.

Suwandi menyebutkan, Kabupaten Rokan Hilir pernah meraih Adipura pada 2023. Capaian tersebut diharapkan dapat kembali diraih pada 2026 melalui peningkatan kesiapan petugas, pembenahan titik pantau, dan pengelolaan sampah yang lebih optimal.

"Rokan Hilir pernah meraih Adipura pada 2023. Kita berharap prestasi tersebut dapat kembali diraih pada 2026," pungkasnya.**