• Bupati Kampar Jefry Noer kalungkan bunga kepada Pimpinan Karlahut pada apel penanggulangan karlahut di Kecamatan Tambang. (foto: Humas Kampar)

Gaungriau.com -- Bupati Kampar mengatakan, kabut asap bukan musibah tetapi I'tibar atau cobaan bagi semua untuk itu ambil pelajaran dari kejadian kabut asap dan mari sama-sama memberantas dan menyelesaikan persoalan asap, seperti sebelumnya dengan antisipasi sumber asap agar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan (karlahut).

Hal itu disampaikan Bupati ketika memberi arahan ketika dilaksanakan apel penyambutan Satuan Setingkat Kompi (SSK) sebanyak 110 orang TNI didatangkan dari Jakarta khusus bantuan penanggulangan karlahut di wilayah Kabupaten Kampar dari Jakarta pada RAbu 16 September 2015 di lokasi sekitar sumber kabut asap Kecamatan Tambang.

Ditegaskan Bupati, kalau sudah terjadi timbulnya asap seperti ini apalagi sampai timbul api, semua pihak mengalami kerugian baik kesehatan maupun kerugian lainnya.

"Memadamkan Api bukanlah hal yang susah, tetapi bagaimana menghilangkan asap itu hal yang sulit, karena asap yang timbul di daerah Tambang merupakan kiriman dari daerah lain, untuk sumber asap di wilayah Tambang sendiri sudah sangat berkurang, apalagi semalam di guyur hujab lebat," kata Bupati.

"Untuk itu mari sama-sama menjaga wilayah agar tidak terjadi karlahut dan jadikan pekerjaan menjaga karlahut sebagai ibadah agar tidak terbebani dengan pekerjaan," sambugnya.

Kepada Kepala Desa (kades) dan Camat, Bupati meminta untuk segera memanggil dan mendata masyarakat yang lahannya terbakar, agar di ketahui berapa banyak dan luasnya yang terbakar, kemudian kepada Dandim dan Kapolres, Bupati meminta diusut sampai tuntas apakah benar karena panas, sehingga lahan gambut terbakar atau karena faktor kesengajaan.

"Ke depan akan dibuat perda, kalau tanah atau lahan tidak di manfaatkan sekian tahun dapat diambil tindakan nantinya sesuai peraturan Pemerintah ditambah dengan adanya perda, ini salah satu upaya ke depan untuk antisipasi asap musiman tiap tahun yang melanda kampar," tegas Bupati.

Ditambahkan Bupati, selaku tuan rumah agar memperhatikan konsumsi, penginapan tamu yang khusus datang dari Jakarta, termasuk kesiagaan pelayanan puskesmas.

Apel diikuti juga oleh gabungan satuan petugas (satgas) Karlahut diantaranya dari batalyon 321 Jakarta, batalyon 132 BS, Polres Kampar 20 personil, Brimob 60 personil atau 2 pleton, BPBD Kampar, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api desa Rimbo Panjang.

Sementara Dandim 0313/KPR Letkol.Kav.Yudi Prasetio menyampaikan tugas TNI yang ditempatkan di wilayah sumber asap adalah patrol bersama untuk menghindari sebelum terjadi asap dan kalau kedapatan masyarakat yang membakar lahan maka dilaksanakan tindakan polisionil dan dilakukan penindakan penyerahan langsung kepada pihak kepolisian.

Ditambahkan Dandim untuk dua minggu kedepan petugas melakukan pemadaman, namun bila situasi yg berkembang lambat mungkin bisa lebih, bagaimana mereka bisa memadamkan asap hingga benar benar hilang, kalo api kadang timbul kadang menghilang tapi kalo asap bisa saja menimbulkan titik api yang baru untuk itu yang harus diantisipasi.

Kapolres Kampar Ery Apriyono menambahkan, satgas di Tambang diantaranya Satuan brimob Polda Riau mengirim 2 pleton atau 60 orang, dari personil polres Kampar  kurang lebih 20-30 personil.

Selain tugas pokok kepolisisan kita juga punya tugas pokok membantu dalam usaha pemadaman, dan kita sudah pantau disini ada beberapa lahan kemungkinan 9 lahan yang sudah kita police line dan itu akan kita tindak lanjuti dan sementara ini sudah 2 yang sudah di proses, 2 laporan dan 2 tersangka, 1 sudah tahap penyidikan.  

Terhadap lahan yang terbakar dan sudah di beri polis line,  Kapolres mengingatkan pemilik lahan agar tidak boleh membukanya sampai batas waktu ditentukan.**(rls/Humas)