Gaungriau.com -- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di Rokan Hulu (Rohul) menyatakan kesiapannya ditunjuk untuk menyalurkan penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani langsung ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) se Rohul.

Ditunjuknya lembaga mikro ekonomi yang berada di desa itu, atas kebijakan Pemkab Rohul dalam rangka memutus mata rantai penjualan TBS kelapa sawit petani ke PKS yang cukup panjang.

Pernyataan tersebut diungkapkan Koordinator Kabupaten BUMDes Rohul Syam Zaimar SP MSi, Rabu 16 September 2015, terkait ditunjuknya BUMDes oleh Pemkab Rohul dalam menyalurkan penjualan TBS Kelapa Sawit petani langsung ke PKS.

“BUMDes dan UED-SP di Rokan Hulu, siap sebagai penyalur dalam menjual TBS kelapa sawit petani ke PKS.Sehingga petani tidak dirugikan dari hasil penjualan TBSnya.Karena selama ini mata rantai penjualan TBS petani hingga sampai ke PKS cukup panjang sampai tiga pengumpul,” jelasnya.

Syam Zaimar mengaku, kebijakan Pemkab Rohul untuk menstabilkan harga jual TBS petani dengan melibatkan BUMDes dan UED-SP yang akan bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (APKS) Rohul dan PKS se Rohul, dinilai sangat menguntungkan petani.  

“Panjangnya mata rantai penjualan TBS kelapa sawit milik petani hingga ke PKS, salah satu faktor penyebab anjloknya harga jual TBS petani. Sistimnya, BUMDes akan menjalankan sistem bayar dua kali seminggu kepada petani, atau alternatif kedua, dengan sistim bayar kontan kepada petani,” sebutnya.

Jika pembayaran kontan diterapkan, lanjutnya BUMDes di Rohul telah menyediakan modal, bila mana modal tersebut kurang, dapat dibantu dengan suntikan modal dari hasil MoU antara BUMDes dengan sejumlah perbankan yang beroperasi di Rohul.
“Kebijakan Pemkab Rohul dengan menunjuk BUMDes sebagai koordinir dalam menjual TBS kelapa sawit petani, tidak ada permasalahan. Kita sangat mendukung kebijakan itu, agar petani tidak dirugikan dari hasil penjualan TBS nya. Yang jelas, dari kerjasama yang akan kita dilakukan antara BUMDes dengan APKS dan PKS se Rohul dan petani saling menguntungkan,” jelasnya.

Untuk menghindari matinya usaha toke sawit atau pengumpul TBS di Rokan Hulu, lanjutnya, BUMDes akan mengajak kerjasama dengan para toke sawit, sebagai penyedia jasa transportasi dalam mengangkut TBS petani yang disalurkan BUMDes ke PKS.

Dia mengaku, praktek usaha dalam menstabilkan harga jual TBS petani ini, sebelumnya pernah diterapkan oleh BUMDes Desa Kota Raya Kecamatan Kunto Darussalam bekerjasama dengan PT Eka Dura Indonesia (EDI). Bahwasanya Petani sawit yang menjual TBS nya merasa diuntungkan, selain BUMDes mendapatkan tambahan penghasilan dari kerjasama yang dilakukan dengan PKS.

“BUMDes siap menjadi promotor dalam menstabilkan harga jual TBS kelapa sawit petani di Rokan Hulu.Terutama disaat perekonomian petani sawit yang sulit saat ini, akibat anjloknya harga jual TBS,” katanya.**(Lim)