• Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Abi Bahrun saat memimpin rapat dengan Disdik Provinsi Medan.

Gaungriau.com -- Guna menghimpun bagaimana agar bisa meningkatkan mutu dan kualitas dunia Pendidikan di Kabupaten Bengkalis, Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Medan.

Kota Pendidikan sangat dikenal memiliki potensi dalam pengelolahan dunia pendidikan dan diakui keberhasilannya untuk meningkatkan pendidikan hanya dengan anggaran senilai Rp 200 miliar pertahunnya.

Sedangkan kabupaten Bengkalis untuk setiap tahun dianggarkan sebesar Rp900 miliar hampir mendekati Rp 1 triliun tetapi belum maksimal dalam meningkatkan mutu dan kualitas didunia pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Abi Bahrun bersama anggota Komisi IV diantaranya HjAisyah, Pipit Lestari, H Thamrin Mali, Daud Gultom, Sukatdi, Edi Budianto melakukan kunjungan kerja disambut oleh Kepala Bidang dan Kasi dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Medan.

Salah seorang anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis Aisyah mengatakan, kunjungan kerja ke dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait shering anggaran dana alokasi pendidikan dari APBD Provinsi untuk kabupaten Kota untuk peningkatan mutu pendidikan.

“Keberhasilan Kota Medan dalam meningkatkan dunia pendidikan dengan dana Rp200 miliar dikarenakan peran aktifnya dinas pendidikan Provinsi melakukan sosialisai ke sekolah- sekolah yang telah memiliki potensi bahkan melakukan pembinaan langsung ke sekolah yang memiliki kemampuan standar. Mereka dinas pendidikan Provinsi bukan hanya salurkan dana pendidikan saja. Tetapi melakukan pembinaan,”kata Aisyah saat dihubungi kepada wartawan Kamis 178 September 2015.

Selama setahun dirinya menjadi anggota DPRD Bengkalis. Politikus Golkar ini mengatakan, untuk kabupaten Bengkalis belum mempunyai data berapa jumlah guru honor daerah, sekolah unggulan, bahkan sekolah menurutnya belum mempunyai kelengkapan fasilitas untuk penunjang pendidikan atau pembangunannya masih terbengkalis.

“Kita sudah minta data tersebut melalui dinas pendidikan Kabupaten Bengkalis bahkan sudah mencoba menghubungi masing masing UPTD Pendidikan kecamatan agar data yang diinginkan segera diberikan ke kita. Tetapi hingga 1 tahun ini belum juga data diterima Komisi IV DPRD Bengkalis,”kesal Aisyah.

Pradigma ini. Dijelaskan Aisyah harus dirubah jika menjadikan Daerah Bengkalis sebagai pusat Kota Pendidikan. “Anggaran besar tetapi pengelolahannya tidak maksimal untuk mutu dan kualitas pendidikan di Kota Bengkalis. Keberhasilan Pendidikan kota Medan harus menjadi dasar motivasi dengan anggaran Rp200 miliar untuk dunia pendidikan bisa dikategorikan sangat berhasil dan memuaskan untuk melakukan pembinaan tersebut,”akhir mantan Kades ini.**(put)