• Lukman Edi

Gaungriau.com -- Anggota MPR RI RI Lukman Edy menilai provinsi Riau bagaikan api dalam sekam. Setiap saat provinsi di negeri Bumi Lanang Kuning itu bisa meledak apabila tak memperoleh perhatian serius dari pusat.  

Adanya gerakan massif dari sejumlah tokoh masyarakat Riau yang kembali menuntut perhatian pusat setelah sekian lama kurang memperoleh respon dari pusat dalam memadamkan asap akibat Karhutla.

“Tuntutan Riau Merdeka yang dimotori Tabrani Rab beberapa tahun lalu dan bertemu dengan Hasan Tiro di Swedia. Bahkan karena tak memperoleh perhatian pusat, Riau sempat berkonsultasi mengadukan masalah asap ke PM Malaysia Najib Razak, karena Riau memiliki hubungan daerah dengan Malaysia, “ ujar kata LE di gedung DPR Jakarta, Senin 21 September 2015.

LE menilai pusat baru serius memperhatikan Provinsi daerah penghasil migas itu setelah memperoleh tekanan atau desakan gerakan massif dari daerah untuk menetapkan status bencana nasional terkait kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah baru mengucurkan bantuan setelah adanya helikopter untuk memadamkan karhutla di Riau kehabisan bahan bakar.

“Ada dana di Riau, tapi tak bisa dikeluarkan karena belum ada status bencana nasional. Penetapan status itu menunggu dari pusat, “ kata LE.

Terkait hal itu, LE berpendapat  bibit integrasi akan tumbuh subur apabila pemerintah tidak menjaga serius hubungan pusat dengan pemerintah daerah. “Pemerintah harus menjaga harmonisasi hubungan antara pusat dengan daerah. Jika tidak, akan tumbuh subur bibit disintegrasi di tanah air, “ kata LE.**(bam)