BANGKINANG KOTA -- Selama ini peringatan 1 Muharam, selalu peringati hanya sekedar seremoni saja yakni peringatan tanpa ada makna dibalik peringatannya. Makna Hijrah dalam Tahun baru Islam kurang dipahami dengan benar.

”Pahahal peringatan 1 Muharam setiap tahun kita laksanakan, namun maknanya kurang mampu kita serap dengan baik, sehingga peringatan ini pun terasa hanya seremonial saja”, tegas Bupati Kampar Jefry Noer ketika membuka acara seminar Sehari dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam  1437 H di Balai Bupati Kampar, Senin 12 Oktober 2015.

Seharusnya, Hijrah dimulai dari diri sendiri dan mengajak keluarga kita sendiri untuk Hijrah dari akhlak dan moral seadanya ke peningkatan akhlak dan moral yang lebih baik.

Lanjut Jefry Noer, perayaan 1 Muharam yang setiap tahun dilakukan harus ada perubahan baik dari segi pribadi maupun secara global. ”Hendaknya kita kaum muslim mampu melaksanakan perubahan lebih baik lagi menuju perbaikan akhlak dan moral lebih baik lagi.”harapnya.

"Jangan mimpi kita Hijrah perbaiki diri apabila diri kita sendiri tidak berniat untuk Hijrah," sambungnya.

Jefri menambahkan, keluarga adalah bagian terpenting yang harus kita Hijrahkan Akhlak dan Moralnya, Anak dan keluarga adalah tanggung jawab bagi kepala keluarga, apabila kepala keluarga akhlak dan Moralnya kurang baik, Hijrah lah segera jangan menunggu ajal datang.

"Makna Hijrah jangan hanya dijadikan seremoni belaka, tanpa mengerti arti hijrah itu sendiri, makna Hijrah harus selalu hidup dan mewarnai kehidupan kita. Hijrah harus diresapi dan diamalkan, dan salah satu makna penting Hijrah adalah adanya proses transformasi  dari kegelapan menuju peradaban yang tercerahkan dalam konteks kebangsaan, juga bisa dimaknai dengan transformasi menuju peningkatan kesejahteraan seluruh elemen masyarakat.” ujar Jefry Noer.

Jefry Noer juga mengharapkan momen 1 Muharam ini seluruh SKPD harus lebih fokus terhadap program kerja masing-masing khususnya RTMPR. “fokus kepada program RTMPE yang kita gaungkan sekarang ini, marilah kita Hijrah dari yang kurang peduli terhadap program Pemerintah Kampar menjadi ikut ambil bagian dalam program ini,” pungkas Jefry Noer.**(man)