KUNTO DARUSSALAM -- Akibat kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB), sebanyak dua Rombongan Belajar (Rombel) pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 yang terletak di Desa Bukit Intan Makmur (BIM), Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu terpaksa melaksanakan proses belajar mengajar di Perpustakaan dan ruang majelis guru.
   
Kepala SMPN 1 BIM, Bashori SPd mengatakan, karena kekurangan dua ruangan kelas, pihaknya terpaksa memungsikan ruang majelis guru dan perpustakaan untuk tempat belajar siswa nya. Diakuinya, saat ini sekolah baru memiliki 3 ruangan kelas, sementara jumlah pelajar sebanyak 5 Rombel.

“Jumlah murid kami sekarang sebanyak 121 orang yang terbagi dalam 5 Rombel. Sementara, ruangan kelas kita hanya ada 3 ruangan, dibutuhkan 2 ruangan kelas lagi untuk menutupi tempat belajar siswa kami,” kata Bashori, Selasa  20 Oktober 2015.

Selain itu, ia menyampaikan belum akan membuat keputusan meminta bantuan kepada wali murid untuk pembangunan kelas baru. Karena, menurutnya masyarakat di daerahnya yang mayoritas petani perkebunan sawit masih mengalami keterpurukan ekonomi akibat anjloknya harga komoditi perkebunannya.

“Kami tidak mungkin memungut biaya pembangunan ruangan kelas dari wali murid, karena posisi masyarakat sekarang sedang kesulitan akibat anjloknya harga sawit,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, pihaknya masih kebingungan dari mana akan mengambil dana untuk pembangunan ruangan kelas. Karena, sambungnya kekurangan ruangan kelas sangat menganggu proses belajar siswa disekolah tersebut. “Karena digunakan untuk tempat belajar siswa, perpustakaan kita jadi pakum,” terangnya.

Ia juga mengharapkan, agar Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui dinas terkait dapat menganggarkan pembangunan gedung baru untuk ruang kelas di sekolahnya. “Untuk keberlangsungan proses belajar mengajar siswa. Kami berharap perhatian dari pemerintah agar membangun gedung kelas baru di sekolah ini,” pintanya.**(lim)