Gaungriau.com -- Para orangtua dan wali murid sudah barang tentu mulai merasa khawatir terhadap dampak dari kebijakan libur bagi anak sekolah akibat kabut asap. Sebab hal ini bisa mempengaruhi prestasi atau nilai anak mereka.

"Sudah lebih kurang sebulan lebih anak saya libur, saya mulai khawatir apakah mereka bisa mengikuti ujian mid semester yang akan dilakukan tidak lama lagi,"  kata Nurhana (40), salah seorang orang murid yang memiliki tiga anak di Siak, Selasa 29 September 2015.

Meski pihak sekolah memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi anak mereka selama libur, namun hal itu tetap tidak efektif khususnya bagi para murid, termasuk anaknya.

"Memang saya merupakan ibu rumah tangga dan suami yang bekerja. Namun saya tidak bisa mengawasi anak-anak kalau libur. Mereka tidak bisa kita jamin tetap belajar di rumah atau bermain," keluhnya.

Nurhana menganalisa, selama ini semua pelajaran itu didapat dari guru, sementara  sekarang harus belajar mandiri, mengerjakan soal dan mengerti tanpa diterangkan seperti anak kuliah.

Yang jadi pertanyaannya apakah semua anak mampu mandiri untuk tingkat usia mereka,"Kalau libur begini kami orangtua tambah stres, karena tidak mampu dan harus terus marah-marah mengawasi agar tidak bermain di ruangan terbuka dan sangat  khawatir nilai prestasi anaknya akan merosot untuk semester ini.

"Saya berharap kepada pihak sekolah supaya menjelang semester nanti dapat memacu pelajaran yang sudah tertinggal suoaya nilai anak kami tidak anjlok," harapnya.** (jas)