KUNTO DARUSSALAM -- Akibat Kabut Asap yang semakin hari semakin menggelapkan langit, dan Kondisi udara di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah tidak bersahabat terhadap Kesehatan manusia sehingga menyebabkan ribuan pelajar di Rohul terpaksa diliburkan.

Hal itu setelah mendapatkan intruksi langsung dari Bupati Rohul melalui  Disdikpora yang memutuskan untuk meliburkan pelajar mulai dari PAUD hingga SLTA selama sepekan.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD)  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kunto Darussalam Rita Helen MM Pd  mengakui selama Kabut asap yang kini yang sudah semakin pekat dirinya terpaksa meliburkan aktivitas belajar mengajar di wilayah tugasnya di Kecamatan Kunto Darussalam seseuai intruksi Kadisdikpora.

"Terpaksa kita liburkan sekolah, setelah  kebijakan diambil pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Kesehatan Rohul dan juga BPBD Rohul, yang di sebabkan kabut asap yang semakin pekat tang melanda seluruh daerah di Rokan Hulu,” kata Kepala UPTD Disdikpora Kunto Darussalam ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu 7 Oktober 2015.

Rita Helen menjelaskan, pihaknya meliburkan aktivitas belajar mengajar untuk Kecamatan Kunto Darussalam sebanyak 47 Sekolah dari PAUD hingga SLTA dengan jumlah murid 10.440  Siswa/i dilakukan selama sepekan dan jika dalam waktu sepekan kondisi udara semakin memburuk, kemungkinan masa libur siswa ini akan di lanjutkan sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

"Dampak dari diliburkannya pelajar tersebut dirinya mengaku kwatir akan berdampak ketinggalannya materi pelajaran di wilayahnya sehingga nanti akan mengganggu nilai ujian nasional yang didapat pelajar, selain meliburkan ribuan pelajar akibat kabut asap yang semakin pekat, selain itu juga, tertundanya Ujian Tengah Semester (UTS) selama Dua pekan,” jelasnya.

Dia juga menghimbau kepada seluruh siswa/i yang telah diliburkan akibat dampak kabut asap itu, agar selalu melaksanakan belajar dirumah sesuai mata pelajaran di hari libur tersebut. "Jangan bermain banyak di luar rumah, hindari dampak kabut asap yang mengakibatkan berbagai penyakit, belajarlah di rumah dengan rajin,” himbaunya.

Ditempat yang berbeda, salah seorang Wali Murid mengaku cemas akibat diliburkannya anak sekolah sebab anaknya lebih banyak bermain dirumah sehingga anaknya lebih banyak bermalas-malasan.

"Warga berharap kepada Pemerintah Pusat dan Penegak Hukum dapat bertindak tegas untuk menindak oknum-oknum pembakar Hutan dan Lahan,  sehingga tidak ada lagi siswa yang di rugikan karena harus kehilangan haknya belajar karena pencemaran udara,” harapnya.**(lim)