BENGKALIS -- Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau diprediksikan minim pemilih sebab hasil pantauan yang dilakukan Pemantau Pemilu bahwa sosialisasi Pemilukada didaerah ini sangat minim. 

Sehingga perubahan demi perubahan pada tahapan Pemilukada serentak yang diwacanakan dilaksanakan pada 9 Desember 2015 mendatang ternyata belum cukup berpengaruh bagi pemilik hak suara.

Prediksi itu disampaikan Muhammad Nurin, salah seorang pemantau Pemilukada di Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, sosialisasi dan himbauan yang dilakukan sangat minim hingga nantinya diprediksi minimnya pemilik hak suara datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Khususnya di Kabupaten Bengkalis, memang dikarenakan minimnya sosialisasi dan himbauan membuat pelaksanaan Pemilukada terancam minim pemilih, padahal harus digaungkan agar lebih menggema,” tegasnya, Rabu 18 Nopember 2015.

Menurut Nurin, berdasarkan survey yang dilakukan oleh pihaknya, pada umummnya masyarakat kurang antusias menyambut Pemilukada, selain faktor figur Pasangan Calon (Paslon) yang dianggap kurang mendapat simpatik, sosialisasi dan ajakan dari panitia pemilihan juga minim.

“Kami menilai seperti itu, jadi masih ada waktu beberapa hari lai, makanya tingkatkanlah sosialisasi agar lebih banyak masyarakat yang antusias,” pintanya.

Lebih jauh dikatakan Nurin, minimnya sosialisasi tersebut pada media massa maupun elektronik, “Pemilukada ini adalah agenda Nasional, apalagi pada tahun ini di adakan serentak di beberapa Kabupaten/Kota se Indonesia, dan saya rasa tidak mungkin Pemkab Bengkalis tidak memiliki anggaran untuk mempublikasikannya pada media massa, agar paslon lebih dikenal oleh masyarakat," kata Nurin.

Selain itu salah seorang warga Bengkalis Nadiya mengatakan Pemilukad tahun 2015 seperti tidak ada pesta demokrasinya. "Coblos nya kapan. Seperti senyap- senyap saja berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk sekarang ini saja tidak mengetahui tahapan sekarang ini, "kata Ibu Rumah Tangga Ini.**‎(rdi)