• Beni Ilham

PELALAWAN -- Beberapa hari kedepan tahun 2015 akan berkhir.Pergantian tahun baru menunggu hitungan hari saja. Sudah menjadi tradisi yang salah kaprah, saban tahun pergantian tahun banyak dirayakan dengan hal-hal yang tak bermanfaat. Pada hal, sebagai generasi muda, mestinya pergantian kalender itu di isi oleh kegiatan yang berbau positif‎, jauh dari kesan hura-hura.

Karena, merayakan pergantian tahun dengan kegiatan yang berlebihan, juga bukan menjadi tradisi dan budaya masyarakat Negeri Seiya Sekata, Kabupaten Pelalawan.Banyak hal yang bisa dilakukan dalam menyambut pergantian tahun tersebut yang lebih bermanfaat.

Demikian disampaikan anggota DPRD Pelalawan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Beni Ilham. Politisi muda ini meminta agar generasi bangsa tidak hanyut hingga tersesat oleh budaya perayaan tahun baru. Anggota Komisi II DPRD ini menegaskan, bahwa dirinya banyak menemukan fakta generasi muda sekarang seolah terkesan ikut-ikutan dalam merayakan pergantian tahun.

"Mestinya harus diketahui apa itu perayaan tahun baru. Mestinya bila sudah tahu, bahwa merayakan pergantian tahun dengan kegiatan yang tak berazas bermanfaat, semisal pesta kembang api, konvoi kendaraan di jalan raya hingga pesta pora‎, itu semua bukanlah mencerminkan budaya kita. Toh, bila tetap ingin melakukan ritual malam pergantian tahun, masih banyak kegiatan positif lainnya," kata Beni Ilham, Senin 28 Desember 2015.

Selain bukan menjadi tradisi dan budaya bangsa kita, lanjut Beni Ilham,‎ ritual menyambut pergantian tahun baru dengan melakukan pesta pora, ugal-ugalan di jalan raya, dinilai hanya sia-sia. Terlebih bila melakukan konvoi kendaraan di malam tahun baru, jelas bisa menyebabkan kemacetan dan mengganggu lalu lintas. Bahkan, kerap terjadi kecelakaan berkendara di malam pergantian tahun, akibat ugal-ugalan yang tak mencerminkan budaya bangsa itu.

"Masih banyak hal yang bisa dilakukan bila tetap ingin melakukan perayaan pergantian tahun baru. Entah melakukan zikir bersama, menyantuni anak yatim piatu, hingga menggalang dana untuk amal. Itu jauh lebih bermakna dan bermanfaat. Semoga generasi kita menjadi generasi yang cerdas serta tak menjadi korban oleh zaman. Karena, mesti di ingat, perayaan menyambut pergantian tahun, bukanlah tradisi kita," pungkasnya.**(ham)