LANGGAM -- Malang benar nasib yang menimpa Habil (39), warga RT 01 RW 03 Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, niat hati hendak bekerja di kebun karet guna menutupi kebutuhan ekonomi keluarganya, namum apa daya Allah SWT berkata Lain.

Pagi yang naas buat Habil. Ia berangkat dari rumah sekira pukul 07:00 wib pagi menuju kebun karet sekira jaraknya 5 kilo meter dari tempat Ia tinggal menetap. Belum Iama mengendarai kuda besi miliknya, tepatnya dijembatan penyebrangan sungai Mamahan atau dihulu Sungai Batang Nilo, entah sebab dan fasalnya sepeda motor yang Ia kendarai seketika terjatuh kesungai dengan kedalaman air mencapai 3. Meter lebih. Hingga saat ini korban yang diketahui bernama Habil masih belum di jumpai, sementara sepeda motornya telah berhasil dievakuasi warga.

"Sampai saat ini, korban belum ditemukan. Namun motor korban sudah ditemukan warga, didalam sungai tepat dibawah jembatan," sebut Camat Langgam Sugeng Wihariyadi saat dihubungi, Senin 16 Mei 2016, sekira pukul 10.15 Wib, via seluler miliknya.

Menurut Camat Sugeng, warga mengetahui korban Habil terjatuh ke sungai, atas laporan Agus. Dimana Agus mendengar suara benda yang terjatuh ke sungai dengan keras. "Rumah Agus, ini tidak jauh dari jembatan. Sehingga suara jatuhnya korban dan motor korban didengarnya," jelas Camat Sugeng.

Selanjutnya, Agus memberitahukan warga lainnya, yang kemudian bersama-sama melakukan pencarian kedalam sungai dengan menyelam. "Sekira 15 menit kemudian, warga menemukan motor korban, Yamaha Revo BM 2346 YO," kata Camat.

Dikatakan Camat lagi, korban Habil diperkirakan berangkat dari rumahnya sekira pukul 07.00 Wib, menuju kebun karetnya yang berjarak sekitar 5 KM dari rumahnya.

Dari keterangan warga dan kerabat korban, Habil diketahui mengidap penyakit ayan. "Jadi kuat dugaan kita, penyakit korban kambuh, saat melintas diatas jembatan Mamahan ini. Yang menyebabkan korban terjatuh, dan tak bisa menyelamatkan diri," sebut Camat Langgam Sugeng Wiharyadi. Sejauh ini, dilapangan masyarakat dibantu tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan tengan melakukan penyisiran dikiri-kanan jembatan ini, namum hingga pukul 15:00 wib korban belum juga ditemukan.**(ham)