PELALAWAN - Ketua Fraksi Gerindra Pelalawan, Faizal SE, menyayangkan adanya aksi pemukulan yang dilakukan oleh kontraktor pada Ketua RT 04 RW 05 Kelurahan Kerinci Kota saat ditegur terkait pekerjaan yang diduga tak becus. Karena itu, Faizal menginginkan agar Ketua RT melaporkan tindakan kontraktor tersebut ke aparat kepolisian.

"Apapun ceritanya, kan tidak bisa kontraktor main pukul seperti itu, saat ditegur oleh warga. Apalagi yang menegur ini adalah Ketua RT yang notabene bertanggung jawab pada masyarakat di daerah tersebut. Wajar saja jika Ketua RT menanyakan pada kontraktor itu kapan proyek itu dikerjakan, karena tanah sudah lama teronggok di situ tapi belum dikerjakan juga," terang Ketua Fraksi Gerindra Pelalawan, Faizal SE, pada media ini di Pangkalankerinci, Rabu 2 Desember 2015.

Faizal mengatakan bahwa jika kontraktor berlaku arogan seperti itu bagaimana sebuah proyek akan berjalan lancar, jika kontraktornya sendiri tak mau ditegur. Bahkan dirinya sendiri yang sudah meninjau ke lokasi proyek pengaspalan jalan di Jalan Mawar Pangkalankerinci Kota itu, tak ada plang proyek yang dipasang oleh kotraktor itu.

"Jadi tanah memang masih teronggok saja di pinggir-pinggir jalan, sehingga mengganggu masyarakat. Apalagi saya lihat, plang proyek itu tak ada dipasang oleh kontraktor, jadi kayak proyek siluman kelihatannya," tandasnya.           

Karena itu, sambungnya, dirinya meminta agar Dinas PU Pelalawan juga menerima kontraktor yang tak bisa mengerjakan suatu proyek kalau tak sesuai dengan bestek. Dengan kata lain, Dinas PU harus tegas dalam memilih kontraktor dengan memenuhi kriteria yang berkualitas jangan asal saja.

"Kasus pemukulan ini sebagai bentuk kearoganan kontraktor, dan iniharus ditindaklanjuti," tandasnya.

Aksi pemukulan yang dilakukan oleh kontraktor pada Ketua RT 04 RW 05 ini sendiri terjadi pada Rabu kemarin 2 Desember 2015, sekitar pukul 09.00 WIB. Ketua RT 04 RW 05, Riswan (42), pada media ini menjelaskan bahwa dirinya juga tak habis mengerti kenapa kontraktor itu memukulnya saat ditanya soal pekerjaan yang tak kunjung selesai itu.

"Awalnya saya mendapatkan keluhan dari masyarakat soal proyek itu yang terkesan asal-asalan. Soalnya, banyak sekali tumpukan tanah, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.

Atas dasar laporan masyarakat itu, Riswan menanyakan hal ini pada kontraktor. Namun baru saja dirinya hendak menayakan persoalan ini, tanpa ada apa-apa sebelumnya, kontraktor itu tahu-tahu memukulnya. Untung saja, pada saat itu, warga yang ada di sekitar langsung melerai mereka dan melakukan pembelaan pada Ketua RT-nya.**(yah)