Lagi-lagi, Walhi Tutut SP3 15 Korporasi Pelaku pembakaran Lahan Dicabut
Rabu, 24 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Penerbitan SP3 terhadap 15 korporasi pelaku pembakaran lahan yang dikeluarkan oleh Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Riau, Supriyanto beberapa waktu lalu terus menuai kontra dan penolakan dari masyarakat. Untuk kali ini penolakan tersebut disampaikan oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang meminta agar SP3 tersebut dicabut, dan kasus tersebut dilanjutkan kembali.
Menurut Walhi, keputusan yang diambil oleh Kapolda Riau tersebut membuat masyarakt kecewa, dan semakin berfikir bahwa tidak adanya keadilan yang diberikan oleh penegak hukum terhadap masyarakat kecil.
"Karena keputusan tersebut, masyarakat sangat kecewa terhadap kapolda Riau, dan semakin membuat masyarak menilai bahwa hukum itu tidak pernah adil untuk mereka," ujar Staf Negolisir Masyarakat Walhi, Alnas, kepada wartawan, Rabu 24 Agutus 2016 di Tugu titik nol, depan kantor Gubernur Riau, saat menggelar aksi.
Dalam aksi kali ini berbagai protes meraka sampaikan dengan bebagai tulas seperti, Copot Kapolda Riau, SP3 Mencederai, dan masih banyak yang lainnya.
Sebagaimana yang kita ingat, dikesempatan sebelumnya, Kapolda Riau telah menyampaikan bahwasanya SPR tersebut dapat dicabut apabila ada bukti-bukti baru terkait kasus pembaran lahan tersebut.
"Kalau ada penemuan bukti baru silahkan bawa dan SP3 akan dicabut," ungkap Kapolda.
Sementara itu, dari pihak Walhi tetap berpendapat bahwa 15 korporasi tersebut terbukti melakukan pembakaran lahan berdasarkan kajian yang telah mereka lakukan.
"Dari kajian yang kami lakukan terbukti kok 15 korporasi tersebut melakukan pembakaran lahan," tutup Alnas.**(ika)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akui Diperiksa Sebagai Saksi
AF Bantah Terlibat Dugaan Korupsi Bansos
Gaungriau.com -- Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Azmi Fatwa (AF) membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp290 miliar pada anggaran tahun 2012 silam. Dia tak menampik kalau dirinya diperiksa oleh penyidik Polda Riau, namun hanya sebatas dimintai keterangan (saksi) atas tersangka…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penyalahgunaan Lem di Kalangan Anak
Pemkab dan Aparatur Inhil Diminta Serius Menyikapi
Gaungriau.com -- Maraknya fenomena 'ngelem' di kalangan anak-anak di Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kota Tembilahan terkesan ada pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Inhil. Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda Inhil ini. Menanggapi hal itu, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia cabang Inhil,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker TNI Ditertibkan
Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015. Celana…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Dugaan Korupsi Bansos
Jamal Abdillah Sebut Politikus PKS Ikut Terlibat
Gaungriau.com -- Mega korupsi dana hibah atau bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 sebesar Rp 290 miliar yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah ternyata masih banyak yang keterlibatan sejumlah anggota dewan yang masih aktif. Selain Jamal Abdillah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKK Kampar dan Granat Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Gaungriau.com -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Granat (gerakan Nasional Anti Narkotika) Kabupaten Kampar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap siswa dan siswi SLTA dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yakni Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati…



