DUMAI -- Untuk mencapai target investasi sebesar Rp678,8 triliun di tahun 2017 Pemerintah Republik Indonesia kembali meluncurkan program Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) tahap II. Peluncuran program KLIK tahap II ini dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Rabu 22 Februari 2017, kemarin.

Kegiatan itu dihadiri Walikota Dumai H. Zulkifli As, Kepala BKPM Thomas, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain, dan sejumlah kepala daerah lainnya.

Selain untuk mencapai target investasi Yang dicanangkan, peluncuran program KLIK tahap II ini dilakukan karena tingginya minat penanam saham dalam menanamkan saham mereka dan berhasilnya program serupa sebelumnya yang diluncurkan oleh pemerintah serta untuk penyetaraan pembangunan.

Langkah BKPM menambah daftar kawasan industri KLIK tersebut terkait erat dengan capaian data realisasi investasi tahun 2016 dimana rasio investasi Jawa masih mendominasi berada di level 54 persen di atas kontribusi luar Jawa yang berada di level 46 persen. Pertumbuhan realisasi investasi di luar Pulau Jawa dalam kurun periode tahun 2016 di level 22,2 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi di pulau Jawa sebesar 11 persen.

Pada Februari 2016 telah diluncurkan 14 industri program KLIK tahap pertama yang dimanfaatkan oleh 83 proyek dengan realisasi Rp120 triliun pada lahan seluas 1.126 hektare.

Dalam peluncuran KLIK Tahap II, yang dilakukan di Bali pada tanggal 22 Februari 2017 tersebut, BKPM akan menambah daftar kawasan industri yang dapat melakukan implementasi KLIK menjadi 32 kawasan industri. Artinya akan ada tambahan 18 kawasan industri.

"KLIK ini cukup penting sebagai suatu instrumen meningkatkan daya saing dan untuk mengejar ketertinggalan dari negara saingan dan negara tetangga,"kata Kepala BKPM Thomas Lembong.