BENGKALIS - Hearing (dengar pendapat, red) yang dilaksanakan di Gedung DPRD Bengkalis, Kamis 26 Nopember 2015 malam antara Komisi IV Bidang Pendidikan dengan SKPD Disdik Kabupaten Bengkalis berlangsung alot. Sayangnya hearing yang berlangsung pukul 09.00 WIB itu tertutup publik tanpa alasan jelas dari DPRD.
 
 Sedangkan Dari SKPD Disdik Bengkalis terlihat Plt Kadisdik Bengkalis Heri Indra Putra, Sekretaris Disdik Bengkalis Supardi, Kepala Bidang diantaranya Adi Prasetio, Rinaldi Dan sejumlah program yang kepala seksi Disdik Bengkalis.

Dari balik kaca ruang hearing lantai II DPRD Bengkais. Tampak Komisi IV dan Disdik Bengkalis membahas BA-KUA APBD 2016. Ribuan item kegiatan, mulai dari dana infratruktur sarana dan prasarana sekolah, kemudian penghasilan guru, dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) tingkat SD, SMP, dan sederajat, dana BOM.

Seperti dana BOS tingkat Sekolah Dasar / SDLB Tahun 2016 ini diusulkan sebesar Rp 9,4 miliar, BOS SMP / SMPLB sebesar Rp 4 miliar lebih. Kemudian dana BOM sebesar Rp 13 miliar. Belum lagi dengan penambahan anggaran untuk pembangunan sekolah-sekolah dalam bentuk kegiatan lanjutan.

Menyikapi hal ini, Direktur BAK LIPUN Bengkalis Abdul Rahman Siregar, kemarin mengatakan, tak seharusnya DPRD Bengkalis membuat aturan hearing tertutup. Karena anggaran tersebut sejatinya menyangkut konsumsi publik, dan berhak diketahui masyarakat, melalui berita media cetak dan elektronik di Bengkalis.

"Seharusnya dewan tidak harus menyatakan hearing itu tertutup, karena disana ada hak publik, apalagi yang hadir langsung pimpinan SKPD. Saya dengar pembahasannya cukup alot, dan dua kali pembahasan, "katanya.

Terpisah, Ketua JPM Bengkalis Indra Jaya alias Pakde, Kamis 26 Nopember 2015 malam turut mengawasi jalannya hearing mengaku, tak pernahnya dewan khususnya komisi IV melakukan hearing tertutup, bahkan beberapa kali dikomunikasikan dengan dewan yang hadir dalam kegiatan itu, justru masing-masing mereka menolak untuk di publikasikan.

"Saya berkomunikasi dengan dua anggota DPRD masing-masing Irmi Syakip Arsalan, dan Abi Bahrum, rekan kita di DPRD itu seakan tertutup untuk memberikan keterangan, begitu juga dengan rekan-rekan media cetak yang hadir kala itu, tapi justru melayangkan SMS, sehingga tidak dipublikasikan dulu, alasannya, nanti setelah selesai hearing langsung saja jumpai SKPD nya, "katanya. ** (put)