Insan Pendidikan Riau Ikuti Dialog Pencegahan Radikalisme dan Terorisme
Selasa, 01 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Setelah sehari sebelumnya Senin 30 Nopember 2015 para insan pers dan pegawai diberi pemahaman terkait pencegahan radikalisme dan terorisme, Selasa 1 Desember 2015, giliran insan pendidikan seperti Rektor, Kepala sekolah yang mendapat pemahaman yang sama.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Alfha Pekanbaru tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diwakili oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau Nizhamul mengatakan, guna mendukung dan menjaga suksesnya penyelenggaraan Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang, diperlukan sinergitas yang baik dan efektif antar unsur aparatur pemerintah pusat dan daerah dengan dibantu seleruh elemen masyarakat.
"Salah satu caranya adalah dengan penciptaan stabilitas politik dan keamanan, pencegahan faham radikalisme dan terorisme," kata Dia, Selasa 1 Desember 2015.
Dijelaskan, sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 alenia keempat, antaralain bertujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
"Karena itu, negara perlu melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk ancaman yang mengganggu rasa aman warga negara dan mengganggu kedaulatan neraga termasuk ancaman tindak pidana terorisme dan aktivitas yang mendukung terjadinya aksi terorisme," ujarnya.
Sementara, Ketua FKPT dalam sambutan tertulisnya dibacakan Koordinator Bidang kajian dan Penelitian Drs Saifunnajar MH mengatakan, semakin maraknya tindakan radikalisme ditengah masyarakat mendapat perhatian serius dari semua pihak, baik dari kalangan tokoh masyarakat, pemerintah, tokoh agam, media massa, dan secara khusus kepada para tokoh pendidikan, salah satunya adalah dengan menggelar dialog seperti yang dilaksanakan sata ini.
"Dengan acara dialog ini, kita berharap tenag pendidik yang berada di provinsi Riau, bisa memberikan peran yang bermanfaat dalam menjaga instansi pendidikanya, apakah itu di Universitas, jenjang pendidikan umum, maupun Pondok pesantren, dari masuknya radikalisme dan terorisme," ungkapnya.**(mad)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akui Diperiksa Sebagai Saksi
AF Bantah Terlibat Dugaan Korupsi Bansos
Gaungriau.com -- Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Azmi Fatwa (AF) membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp290 miliar pada anggaran tahun 2012 silam. Dia tak menampik kalau dirinya diperiksa oleh penyidik Polda Riau, namun hanya sebatas dimintai keterangan (saksi) atas tersangka…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penyalahgunaan Lem di Kalangan Anak
Pemkab dan Aparatur Inhil Diminta Serius Menyikapi
Gaungriau.com -- Maraknya fenomena 'ngelem' di kalangan anak-anak di Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kota Tembilahan terkesan ada pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Inhil. Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda Inhil ini. Menanggapi hal itu, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia cabang Inhil,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker TNI Ditertibkan
Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015. Celana…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Dugaan Korupsi Bansos
Jamal Abdillah Sebut Politikus PKS Ikut Terlibat
Gaungriau.com -- Mega korupsi dana hibah atau bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 sebesar Rp 290 miliar yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah ternyata masih banyak yang keterlibatan sejumlah anggota dewan yang masih aktif. Selain Jamal Abdillah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKK Kampar dan Granat Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Gaungriau.com -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Granat (gerakan Nasional Anti Narkotika) Kabupaten Kampar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap siswa dan siswi SLTA dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yakni Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati…





