BENGKALIS -- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Riau masih menyisahkan keprihatinan seperti pesta demokrasi di Kabupaten Bengkalis tahun 2015 ini, untuk angka Golongan Putih (Golput) sangat tinggi disejumlah kecamatan. 

Kenerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkalis dinilai kurang mengoptimalkan sosialisasi dengan anggaran mencapai Rp24 miliar. 

Angka persentase golput tinggi tersebut seperti terjadi dikecamatan Mandau jumlah pemilih hanya ‎77.375 orang hal itu terbukti 153.354 daftar pemilih tetap. Hal tersebut belum digabungan dengan angka golput dikecamatan Bantan, Bengkalis, Pinggir, Rupat, Rupat Utara, Bukit Batu dan Siak Kecil. 

‎Sedangkan untuk dikecamatan Mandau angka golput yang sudah didapat berdasarkan keterangan dari PPK Mandau. 

"Dari rekapitulasi Panitia Pemilu kecamatan (PPK) Mandau yang menggunakan hak pilih hanya 50,46 persen. Dinyatakan golput 49,54 persen," ujar PPK Mandau, Nazarudin baru-baru ini. 

Penyebab golput berdasarkan dari hasil keterangan sejumlah masyarakat banyak yang tidak mendapatkan surat undangan yang seharusnya diberikan oleh KPU kabupaten Bengkalis. 

"‎Dalam pemilukada serentak ini banyak masyarakat yang tidak mendapatkan undangan untuk menyalurkan hak pilihnya. Bahkan ada juga tetangga saya tidak mengetahui Rabu, 9 Desember kemarin adalah penentu kepala daerah negeri junjungan untuk lima tahun kedepan,"kata Ulfa kepada wartawan Jumat 11 Desember 2015.