Peserta berasal dari para pelajar dari Sekolah Menengah Tingkat Atas
(SLTA) negeri dan swasta di Kecamatan Bangko. Pelatihan ini menghadirkan nara sumber Kepala Bagian (Kabag) Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) Kantor BKKBN Riau Dasril SE, dan Staf P2KB Kota Dumai Zulkifli.
Kakan P2KB RohilHj Sri Rahayu mengatakan pelatihan ini dalam rangka
pembentukan PIK dan RR di setiap sekolah. Fungsi PIK dan RR ini, sebut dia, serupa dengan Bagian Konseling yang ada di sekolah. Namun lebih mengedepankan siswa sebagai konselor.
"Kalau sesama siswa mungkin mereka akan lebih terbuka dalam hal mengungkapkan permasalahan, seperti mengenai reproduksi remaja," kata
Rahayu.
Di Rohil, kata Rahayu, baru SMA Negeri 1 Bangko yang telah membentuk PIK dan RR. "Kedepan diharapkan tiap sekolah tidak saja ditingkat SLTA, tapi juga seluruh sekolah di tingkat SLTP turut membentuk PIK dan RR di sekolah mereka," kata Rahayu.
Mengenai pelatihan PIK dan RR ini, terang Rahayu, tiap peserta diberikan pelatihan pemahaman mengenai reproduksi remaja. Dimana, terang Rahayu, alat reproduksi diusia remaja belum berkembang dan belum bisa secara baik melakukan reproduksi. Metabolisme tubuh lainnya, seperti tulang, diusia remaja, terangnya, juga masih dalam pertumbuhan.
"Di pelatihan ini kita juga memberikan pemahaman mengenai usia perkawinan. Dimana usia yang baik untuk perkawinan minimal 21 tahun untuk wanita, dan usia 25 tahun untuk pria. Hal-hal seperti ini yang kita sampaikan,agar apa yang mereka peroleh nantinya bisa disampaikan kepada rekan-rekan mereka di sekolah dan dilingkungan tempat tinggal,"katanya mengakhiri.**(Us)







