Petani Sawit di Dayun Berharap Harga TBS Bisa Naik
Sabtu, 20 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
DAYUN -- Kondisi ekonomi yang terjadi saat ini cukup membebani masyarakat, pasalnya pasca harga BBM turun seperti nya tidak berpihak kepada masyarakat sebab harga kebutuhan pokok tidak ikut turun,
"Kalau melihat sektor ekonomi saat ini bagi masyarakat yang penghasil keluarga nya berasal dari hasil sawit sangat sangat terkena imbasnya, karena tidak menguntung kan petani,"Kata Wintolo warga Kecamatan Dayun.
Coba bayangkan tukaran dolar baru baru ini sempat mentereng di atas 14000 rupiah perdolarnya, dan sekarang ini 13400 rupiah perdolar nya, sementara harga sawit pasca krisis ekonomi di era pemerintah Jokowi JK saat ini tidak pernah membaik,ini yang cukup mengeheran para petani.
Dia menyebut, sebenarnya, kalau dengan harga dolar yang sekarang ini 13400 seharus nya harga tandas buah segar yang plasma sebenar paling tidak 1,5 juta perton nya ,tapi apa yang terjadi sawit plasma kami hanya diharga hanya 1100 perton nya.
"Jadi kalau dihitung antara biaya perawatan dengan biaya lainya termasuk upah panen,dengan hasil yang di peroleh dari hasil panen boleh di ibaratkan hanya gali lobang tutup lobang saja,dan makah ada yang tekor,"Beber Wintolo.
Dengan demikian sebagai tambahan untuk menambah penghasilan ekonomi keluarga selain bercocok tanam diperkarangan rumah, ada juga menjadi kuli sembarang ,yang penting bisa menghasilkan duit.
"Sehingga untuk menyekolahkan anak terpaksa kami petani ini harus pandai-pandai menata keuangan lagi lah, namun demikian, dengan ada nya program sekolah gratis wajib belajar 12 Tahun yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak cukup meringankan beban kami masyaraka, sebab tidak memikirkan biaya lagi, dan berharap semoga bisa terjadi kenaikan harga TBS nanti nya,"papar dia.**(jas)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Dampingi Kepala BKPM Pusat
Firdaus Promosikan Investasi Pekanbaru di Beijing
Gaungriau.com -- Kota Pekanbaru bukan saja dikenal sebagai kota tujuan investasi terbaik seluruh Indonesia, namun juga menjadi daya tarik bagi pelaku usaha dari negara Tiongkok, Cina. Kabag Humas, Setda Pekanbaru, Alek Kurniawan, melalui pesan singkatnya, Rabu16 September 2015 mengatakan, bahwa Walikota undang untuk mendapingi Kepala BKPM pusat…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Wilayah Penambangan Pasir Rupat Mulai Ada Titik Terang
Gaungriau.com -- Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Daerah, Kabupaten Bengkalis Syahrial ST, menyampaikan bahwa untuk Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) pulau Rupat yang terus menjadi polemik sudah ada titik terangnya. Hal itu, dikatakan Syahrial, saat lintas koalisi DPRD Bengkalis melakukan rapat membahas soal Penambangan Rakyat dengan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pengesahan APBD-P 2015 Pekanbaru Ditargetkan 25 September
Gaungriau.com -- 17 Ranperda yang merupakan Prolegda Pemerintah kota (Pemko) untuk dibahas di DPRD Pekanbaru, sudah resmi ditetapkan sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga pekan ketiga September ini, dari 17 Prolegda tersebut, belum ada satu pun yang disahkan. Termasuk Ranperda APBD-P 2015. Ranperda APBD-P 2015 ini,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap
Jual Beli Masyarakat Turun 40 Persen
Gaungriau.com -- Akibat bencana kabut asap yang sudah hampir satu bulan ini melanda Kota Pekanbaru dan mengakibatkan penurunan jual beli masyarat dipasar-pasar tradisional. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Bencana Asap
Nelayan Bengkalis tak Melaut
Gaungriau.com -- Dampak kabut asap semakin tebal yang melanda Kabupaten Bengkalis beberapa akhir pekan ini, khususnya di perairan selat Bengkalis membuat para nelayan pendapatan ikan mengalami kerugian besar. Salah seorang Nelayan Bengkalis, Zainal (40) warga Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis. Ia mengatakan, kerugian besar nelayan…



