Plt Gubernur Riau Rakor Sinergifitas Penanggulangan Penyakit Masyarakat
Kamis, 10 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman hadir sekaligus membuka Rapat Koordinasi  Sinergifitas Penanggulangan Penyakit Masyarakat Dalam Rangka Optimalisasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Provinsi Riau Tahun 2016.Â
Pada kesempatan ini juga hadir Kepala Badan Intelijen Daerah Riau, Danrem 031 WB yang diwakil oleh Kapenrem, Ka. Bimas Polresta Pekanbaru, Kepala Badan, Dinas, dan Biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau serta Peserta Rapat Koordinasi  Sinergifitas Penanggulangan Penyakit Masyarakat Dalam Rangka Optimalisasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Provinsi Riau dari Kab Kota se Prov Riau.
Plt Gubernur dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rasa aman, tentram dan damai merupakan hal yang mahal dan berharga untuk saat ini. Rekonstruksi sosial dengan memperkuat pranata sosial masyarakat harus menjadi tujuan kita semua. Kepercayaan (Trust) hendaknya menjadi modal sosial yang harus kita anut ditengah  keanekaragaman budaya, agama, adat-istiadat, bahasa, maupun perbedaan nilai yang sering kali menjadi bumerang dan sumber konflik di tengah-tengah masyarakat.
Kondisi yang kondusif saat ini, menjadi kado bagi kita semua, karena kita dapat berkreativitas, berkarya, tanpa adanya rasa takut akan ancaman, teror yang akan mengganggu jalannya pembangunan di Provinsi Riau. Aktivitas ekonomi, investasi sangat erat kaitannya dengan kondusifitas situasi keamanan dan ketertiban suatu daerah.
"Penyakit masyarakat tidak hanya terbatas pada terjadinya tindak kejahatan semata, namun yang berkaitan dengan morality, kemanusiaan, permasalahan Lahan, Perburuhan, Â harus menjadi perhatian kita bersama karena ini berpotensi besar dalam menciptakan gangguan keamanan ditengah-tengah masyarakat. Misalnya yang saat ini marak di perbincangkan seperti Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT), aliran sesat, penistaan agama dan budaya juga hendaknya menjadi hal yang kita cegah", Ujar Plt Gubernur.Â
Pemerintah, aparat keamanan, aparat penegak hukum berkomitmen menanggulangi permasalahan tersebut dengan mengedepankan prosedur, aturan yang berlaku. Namun Sistem kontrol sosial internal masyarakat yang bersifat informal merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk menanggulangi hal tersebut. Pada saat ini kesadaran warga untuk menanggulangi penyakit masyarakat mulai tumbuh berupa munculnya fenomena yang disebut Police Society (Masyarakat Polisi).**(rls/humas)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker TNI Ditertibkan
Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015. Celana…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Dugaan Korupsi Bansos
Jamal Abdillah Sebut Politikus PKS Ikut Terlibat
Gaungriau.com -- Mega korupsi dana hibah atau bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 sebesar Rp 290 miliar yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah ternyata masih banyak yang keterlibatan sejumlah anggota dewan yang masih aktif. Selain Jamal Abdillah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKK Kampar dan Granat Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Gaungriau.com -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Granat (gerakan Nasional Anti Narkotika) Kabupaten Kampar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap siswa dan siswi SLTA dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yakni Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati…



