SIAK -- Dengan terus meningkatnya kasus narkoba di daerah Kabupaten Siak, menjadi tugas berat BNK serta pihak kepolisian untuk mengatasinya. Ini membuktikan kalau para pemain narkoba tidak lagi takut dengan aparat, meskipun hukuman berat akan dihadapi jika tertangkap.
 
Dahsyatnya pengaruh narkoba ini tidak hanya di lingkungan masyarakat, akan tetapi sudah merambah kalangan pegawai di instansi pemerintah, dan bahkan sudah masuk ke sekolah-sekolah. 

"Untuk menekan angka pengguna narkoba dilingkungan pegawai, dalam waktu dekat kita akan melakukan tes urin terhadap pegawai yang ada," kata Ketua BNK Siak Drs H Alfedri MSi menjawab gaungriau.com, Selasa 15 Maret 2016.

Dikatakan, kalau berdasarkan perkembangan kasus narkoba yang terjadi di daerah ini meningkat dari tahun lalu. Dalam waktu dua bulan saja, sudah ditemukan sebanyak 31 kasus.

Oleh sebab itulah, untuk menghindari agar pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah daerah dapat terhindar dari Narkoba, secepatnya seluruh pegawai akan dilakukan tes urin.

"Beberapa waktu yang lalu kita sudah pernah melakuan tes urin, tapi hasilnya tidak begitu memuaskan. Maka tes urin yang akan kita lakukan nanti dilakukan dengan cara lebih super ketat," tegasnya.    
Ini bertujuan untuk memastikan bahwa simple urine yang diperoleh oleh pihak BNK itu nanti betul-betul milik yang bersangkutan dan bukan merupakan urin 'boncengan'. 

Terkait kapan waktu pelaksanaannya, Alfedri belum bisa menyebutkan. Yang jelas, tes urin tersebut akan dilakukan secara spontan. Tujuannya untuk menghindari terjadinya kebocoran.**(jas)