• H Suyatno

BAGANSIAPIAPI -- Jelang perayaan ritual Bakar Tongkang banyak pengunjung yang datang ke Rokan Hilir khususnya di kota Bagansiapiapi.Para pengunjung ini dipastikan akan memerlukan makan dan minum baik siang maupun malam hari.

Namun sejauh ini beberapa rumah makan yang tutup sejak awal puasa belum terlihat buka pada siang hari. Hal ini dimungkinkan pemilik dan karyawan rumah makan tersebut tidak lagi berada di Bagansiapiapi (Pulang kampung -red).

Sementara pantauan Media ini, Rabu 15 Juni 2016 para pengunjung sudah mulai berdatangan ke kota Bagansiapiapi untuk melihat dan mengikuti ritual Bakar Tongkang. Mereka diataranya seperti warga Tionghoa yang datang adari berbagai wilayah termasuk dari luar negeri. Iven tahunan ini mampu menyerap pengunjung hingga 20 ribu setiap tahunnya.

Bupati Rokan Hilir mengaku banyak keluhan pengunjung yang datang ke Bagansiapiapi karena mereka sulit mencari makan,terutama pada siang hari karena rumah makan tutup pada bulan suci Ramadhan.Untuk itu bupati mempersilahkan bagi pengusaha rumah makan dan jajanan untuk buka pada siang hari dengan menambah jumlah porsi dari biasanya sebab ramainya pengunjung yang datang ke Bagansiapiapi.

"Bapak ibuk yang punya usaha rumah makan dan jajanan bukalah usahanya pada siang hari, banyak tamu kita yang mau makan tapi rumah makan tutup. Ini bukan untuk muslim tapi bagi non muslim,"katanya.

Menurut Bupati momen bakar tongkang harus bisa dimanfaat secara baik oleh warga Bagansiapiapi untuk mengais rezeki. Sebab dengan ramainya pengunjung semua jualan baik itu makan, minuman, penginapan, transportasi lain sebagainya sangat diperlukan oleh para pengunjung di acara riatual bakar tongkan,"katanya.**(zai)