RENGAT -- Jika tidak segera disikapi tidak menutup kemungkinan Lazuardi jilid II akan terjadi di Desa Lubuk batu Tinggal kecamatan Lubuk Batu jaya (LBJ) sebab sudah Ratusan Hektar Kebun milik Warga masyarakat di garap dan di land clering oleh PT Rimba Peranap Indah ( PT RPI) dengan menggunakan belasan alat berat jenis  eksapator.

Penggarapan lahan milik warga ini dilakukan PT. RPI dengan pengawalan Personil berseragam, bahkan di tengah gawangan tanaman pohon kelapa sawit milik Warga masyarakat itu langsung ditanami pula bibit pohon aksia oleh PT RPI yang merupakan anak Perusahaan PT RAPP.

Perusahaan ini juga merupakan saudara kembarnya PT Rimba Lazuardi (RL) yang beberapa waktu yang lalu bergejolak dengan masyarakat batang peranap.

Bedanya dalam pembersihan lahan oleh PT RPI  Tanaman Kelapa sawit Milik warga dibiarkan tumbuh tanpa ada diusik atau diganggu.

Dari pantauan wartawan dilapangan Sabtu 27 Agustus 2016 kemarin di desa Lubuk Batu Tinggal,  ratusan masyarakat dari berbagai desa di kecamatan LBJ yang memiliki lahan kebun sawit di lokasi  yang saat ini  digarap PT RPI  berkumpul guna mempertanyakan dan mencari  upaya untuk menghentikan aktifitas  Perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) ini.

Namun karena Kearipan Kapolsek Kecamatan LBJ ipda Jose Rizal yang turun bersama sejumlah personilnya dan dibantu personil TNI Danpos LBJ   Membuat  Masyarakat patuh, dan tidak seluruhnya menyatroni Lokasi dimana PT RPI beraktifitas.

"Saya harap tidak seluruhnya Warga berangkat ke lokasi, kita minta agar beberapa orang saja yang mewakili, selebihnya tinggal saja disini dan sambil menunggu khabar", kata Kapolsek saat rombongan warga hendak ke lokasi penggarapan lahan oleh PT RPI  tersebut.