Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Dua pekerja merupakan operator dan pengawas alat berat terpaksa diamankan Tim Polres Bengkalis.

Kegiatan pekerja tersebut, yaitu Samuel Sibuea sebagai pengawas dan Muslihun alias Lihun sebagai operator diduga mengolah lahan di kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) untuk perkebunan seluas sekitar enam hektar di Desa Muara Dua, Kecamatan Siakkecil, Kabupaten Bengkalis tanpa izin atas perintah pemodal.

Keduanya diringkus polisi, Rabu (25/8/21) sekitar pukul 13.00 WIB sedang melakukan kegiatan perambahan menumbangkan kayu untuk membersihkan lahan.


"Setelah memperoleh informasi dari masyarakat, keduanya diamankan petugas sedang melakukan pekerjaannya di lokasi," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, KBO Reskrim Andriyanto dan Kanit Tipidter Aiptu Hendra Gunawan saat jumpa pers, Senin 30 Agustus 2021 siang.

Petugas juga turut menyita alat berat excavator yang digunakan kedua pekerja tersebut ketika melakukan perambahan hutan.

Dalam pekerjaannya itu, tersangka Samuel akan diberikan upah sebesar Rp150 ribu untuk perhektar sedangkan tersangka Lihun, operator, akan diberikan upah Rp300 ribu perhektar.

Polisi masih memburu pelaku lainnya, yakni pemberi upah kepada dua pekerja ini dan petugas sudah mengantongi identitasnya, AMS.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 92 ayat 1 huruf b Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan Pemberantasan dan Perusakan Hutan (P3H) dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun denda paling sedikit Rp1,5 miliar dan paling banyak Rp5 miliar.**(put)