Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis menangkap Subagio alias Bek pelaku pembalakan liar atau ilegal logging merupakan warga Tanjung Damai kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

Penangkapan pelaku pembalakan liar atau Ilegal Logging berawal adanya laporan dari masyarakat setempat.

Hal demikian diungkapkan Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K didampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, S.I.K saat jumpa pers Kamis 15 April 2021.

"Subagio alias Bek ini diamankan Kamis (8/04) sekitar pukul 11.00 WIB jalan simpang Kunti Dusun Sena desa Sungai Linai, kecamatan Siak Kecil, Bengkalis," ungkap Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi, S.I.K.

Dari para pelaku. Dijelaskanya, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 1 unit mesin chinsaw, sepeda motor Nmax, dan kayu olahan 15 keping.

Kronologi penangkapan Senin (05/4) pelapor bersama anggota Polres Bengkalis bertugas di Polsek Siak Kecil melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan tindak pidana pembalakan liar atau ilegal logging yang diduga dilakukan oleh Muji merupakan sebagai cukong atau pemodal.

Kemudian. Dijelaskannya bahwa Kapolres Siak Kecil bersama anggota Satreskrim Polres Bengkalis melakukan penangkapan terhadap pelaku pembalakan liar atau ilegal logging di tempat tinggal para pekerja diketahui milik Muji yang juga dijadikan tempat pemotongan kayu di jalan simpang Kunti Dusun Sena desa Sungai Linai, kecamatan Siak Kecil, Bengkalis.

Selanjutnya dilokasi yang berbeda pihaknya melakukan penangkapan terhadap pembalakan liar lainya, bernama Agus Setiawan dan Rudi merupakan warga desa Braja Yekti Kecamatan Braja Sebah Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung barang buktinya 1 unit mesin chainsaw warna orange merah kayu kurang lebih 4 kubik.

"Pelaku Agus Sentiawan dan rekannya Dawung berhasil diamankan dilokasi pembalakan liar atau ilegal logging. Sedangkan pelaku lainya berhasil melarikan diri dalam hutan," ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatan para pelaku dijerat dengan pasal 82, 83 ayat 1 a dan b atas Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.**(dede)