• DPPPA Bengkalis Dampingi Delapan Anak Korban Dugaan Pencabulan, Berikan Layanan Psikologis

Gaungriau.com -- Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di salah satu desa di Kecamatan Bengkalis menyita perhatian berbagai pihak. Terduga pelaku yang diketahui seorang pria lanjut usia berumur 72 tahun diduga telah mencabuli delapan anak.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis bersama Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kecamatan Bengkalis langsung melakukan layanan penjangkauan dan pendampingan awal terhadap para korban, Rabu 4 Maret 2026.

Tim yang turun ke lapangan dipimpin Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DPPPA Bengkalis, Salahuddin, didampingi Kepala UPT PPA Kecamatan Bengkalis, Siti Nikmatul Fitri, serta Plt Kasubag TU UPT PPA Kecamatan Bengkalis, Teguh Pranata.

https://gaungriau.com/gambar/foto/4613679871.jpg

Kehadiran mereka bertujuan memastikan kondisi para korban sekaligus memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak serta penguatan kepada orang tua terkait proses hukum yang sedang berjalan.

Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan asesmen awal terhadap kondisi psikologis para korban. Pendekatan dilakukan secara persuasif dan penuh kehati-hatian mengingat anak-anak yang menjadi korban berada dalam kondisi rentan dan berpotensi mengalami trauma.

Salahuddin menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan menyeluruh kepada para korban hingga proses hukum selesai.

https://gaungriau.com/gambar/foto/5374937411.jpg

“Kami hadir untuk memastikan anak-anak korban mendapatkan perlindungan maksimal, baik secara hukum maupun psikologis. Pendampingan ini tidak hanya sekali, tetapi akan terus kami lakukan sampai mereka benar-benar pulih dan proses hukumnya tuntas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UPT PPA memiliki peran penting dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mulai dari menerima laporan, melakukan pendampingan, memberikan layanan konseling hingga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Sementara, Kepala UPT PPA Kecamatan Bengkalis, Siti Nikmatul Fitri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari layanan penjangkauan untuk melihat secara langsung kondisi para korban dan keluarganya.

“Dalam layanan ini kami memastikan kondisi anak-anak korban sekaligus memberikan penguatan kepada orang tua. Secara umum, delapan anak korban dapat berkomunikasi dengan baik dan mampu menjawab pertanyaan terkait kronologi kejadian,” jelasnya.

https://gaungriau.com/gambar/foto/5450235316.jpg

Meski demikian, ia mengungkapkan terdapat satu anak yang masih mengalami ketakutan saat malam hari karena masih teringat pelaku.

“Ada satu anak yang masih merasa takut ketika tidur sendirian di malam hari. Untuk mengetahui lebih jauh kondisi mental anak-anak korban, nantinya akan dilakukan asesmen psikologis oleh tenaga ahli dari RSUD Bengkalis,” tambahnya.

UPT PPA juga akan memberikan layanan lanjutan berupa pendampingan tenaga psikolog guna mendukung proses penyidikan sekaligus membantu pemulihan kondisi mental para korban.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat penegak hukum. DPPPA bersama UPT PPA memastikan akan terus melakukan koordinasi lintas sektor agar para korban mendapatkan perlindungan, keadilan, serta pemulihan yang optimal.(put)