PEKANBRU -- Kondisi kabut asap yang terjadi diwilayah Provinsi Riau saat ini bukan merupakan asap akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau.

Karena berdasarkan data dari BMKG sejak beberapa hari lalu, hot spot di Provinsi Riau selalu zero atau nol. Asap yang terjadi di wilayah Riau merupakan asap kiriman dari Sumatera Selatan.

Hal itu terungkap dalam diskusi publik tersebab asap yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau bekerjasama dengan harian Riau Pos, Kamis 1 Oktober 2015.

"Karhutla yang terjadi di Sumatera Selatan itu terjadi didaerah selatan, dan arah angin saat ini juga menuju arah selatan, karena itulah asap sampai ke Riau," jelas Sugarin, dari BMKG Riau memaparkan saat acara diskusi.

Kondisi ini menurut Sugarin akan berlangsung lama, karena dari pantaun arah angin menuju selatan itu akan berlangsung hingga November mendatang.

Sementara perwakilan dari BPBD Riau menyebut, meski saat ini Riau zero hot spot, namun petugas dari berbagai pihak, terus berada dilokasi-lokasi rawan Karhutla.

Dialog publik ini menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai pihak, seperti dari pihak kesehatan, BMKG, BPBD, praktisi pendidikan, dan lainnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau dr H Kamsol menyebut, melalui dialog publik ini, diharapkan akan mampu melahirkan keputusan, terutama terkait meliburkan atau tidaknya peserta didik, ditengah kabut asap saat ini.

Hal itu menurut Kamsol perlu dilakukan, karena keputusannya meliburkan sekolah, juga mendapat tanggapan beragam dari para orang tua, ada yang setuju dan tidak sedikit pula yang menolak.

"Mudah-mudahan, akan lahir keputusan yang mampu membawa kebaikan bagi kita semua hari ini, karena meliburkan atau tidak meliburkan sekolah ini, bagia saya bagai memakan buah simalakama, jadi kalau itu sudah melalui keputusan kita bersama, saya dan pihak sekolah akan enak melaksanakannya," pungkas Kamsol.**(mad)