• Drs H Achmad MSi

PASIR PENGARAYAN -- Setelah sebelumnya wakil rakyat mengkritik "Rokan Hulu Expo 2015" sebagai kegiatan pemborosan uang rakyat, netizen di media sosial Facebook juga mengkritik "Rokan Hulu Creative Carnival (RCC) 2015" semarakkan HUT Rohul ke-15 tahun. Netizen menilai, RCC sama halnya mengarak patung.

Menanggapi banyaknya opini kontra terhadap RCC 2015, Bupati Rohul Achmad meluruskan saat membuka RCC di depan pasar Modern Pasir Pengarayan, Ahad sore. Menurut Achmad, RCC yang menampilkan hewan langka adalah upaya Pemkab Rohul dalam mengenalkan satwa liar dilindungi negara yang kini mulai langka.

"Perlu kami sampaikan disini, agar tidak salah tafsir, bahwa salah satu kreatifitas berbagai hewan bukanlah kegiatan syirik untuk menyembah hewan (berhala)," jelas Bupati Achmad.

Achmad mengatakan duplikat atau replika hewan bukan untuk disembah. Duplikat dibuat agar masyarakat tahu bahwa banyak habitat hewan di Indonesia terancam punah, termasuk beberapa hewan dilindungi yang ada di Kabupaten Rohul.

"Dari acara ini diharapkan kita lebih mencintai satwa, sebab sebagian satwa terancam punah, kerena habitatnya terganggu akibat ketamakan segelintir orang. Acara ini juga membantu negara dalam melestarikan hewan yang dilindungi," jelas Bupati Achmad saat melepas peserta RCC 2015 di Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya di depan Pasar Modern Pasir Pengarayan.

Untuk diketahui, ada 31 mobil hias milik SKPD yang ikut dalam RCC tahun ini. Selain menampilkan mobil hias, setiap mobil ada replika menyerupai hewan yang dibuat. Pawai ini bukan hanya diikuti 8 provinsi di Indonesia, tapi diikuti perwakilan dari dua negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura.**(lim)