• Habib Nur

BAGANSIAPIAPI -- Fraksi-fraksi DPRD kabupaten Rokan Hilir menilai kinerja Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Rohil tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pasalnya fraksi DPRD mengaku kesal dengan kebijakan Kadistanak yang menolak bantuan ternak senilai Rp20 miliar dari Kementerian Pertenakan RI (pusat).

Politisi partai PKB, Habib Nur mengatakan, bantuan 1.000 ekor sapi dari Pusat yang rencananya di ternakan di kecamatan Pujud namun Kadistanak enggan mengeluarkan rekomendasi terkait bantuan tersebut. “Keadaan ini jelas menggagalkan bantuan ternak sapi tersebut,” ujarnya sedikit kesal.

Tidak hanya itu, imbuh Habib Nur, berlanjut kepada bantuan lainnya untuk pertanian seperti pupuk, bibit, dan lainnya juga tidak merata diberikan kepada petani-petani. “Kami menilai ada ketidaktransparanan di berbagai daerah terhadap bantuan yang diberikan,” ucap Habib Nur.

Terkait hal ini, lanjut Habib Nur, dirinya meminta pemerintah kabupaten melakukan evaluasi terhadap pihak Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Rohil agar bisa mengoptimalkan pelayanan dan bantuan-bantuan bisa tepat sasaran. “Hal inipun sudah bergulir sejak tahun 2014 lalu dan kembali kami meminta kepada pemerintah kabupaten untuk melakukan evaluasi terhadap dinas tersebut,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Rohil dari fraksi Gerindra, Abdul Kosim SE mengutarakan hal yang sama. “Memang sangat disayangkan atas penolakan bantuan 1000 ternak sapi tersebut,” ucapnya.**(Adv/Us)