• H Tatang Hartono

BAGANSIAPIAPI -- Anggota DPRD Rohil dari fraksi Golkar, H Tatang Hartono meminta kepada institusi terkait agar merehabilitasi korban pemakai narkoba serta menghukum berat bagi pengedar, dan bandar narkoba.

"Saran saya pemakai narkoba itu tolong direhabilitasi sebagai upaya mengurangi konsumsi narkoba, dan meminta pihak terkait untuk menghukum bagi pengedar dan bandar narkoba sesuai tuntutan hukum yang berlaku," ujar Tatang, Selasa 27 Oktober 2015.

Kemudian lanjutnya, Indonesia tercatat sebagai konsumsi narkoba terbanyak. Anehnya di negara ini yang dominan sabu-sabu tersebut didatangkan dari Malaysia. "Kenapa kita jarang mendengar ada penangkapan besar-besaran di negara yang mengekspor sabu-sabu (narkoba) ke Indonesia," tanya Tatang.

Menurutnya, Indonesia sudah dijadikan tempat oleh negara luar untuk bisnis yang menjanjikan tersebut. "Indonesia kok sekarang jadi pasaran sabu-sabu apalagi penyebaran sabu-sabu untuk daerah di kabupaten hingga desa sudah menyebar luas," sebut Tatang khawatir.

Ditambahkannya, khsus di kabupaten Rokan Hilir 70 persen penghuni lapas adalah karena narkoba.  "Ini akibat dari peredaran narkoba tergolong luas dan lancar, sehingga setiap kasus merujuk kepada kasus narkoba," ucapnya.

Politisi partai Golkar itu juga menyebutkan, ahli hukum (institusi hukum) dan pemerintah daerah harus jeli menyikapi penyakit yang menjamur ditengah-tengah masyarakat. Disebutkannya lagi, peran ibu rumah tangga menjadi kunci agar anak-anak tidak terjerumus kepada narkoba.

"Peran ibu-ibu di rumah itu penting dan menjadi nomor satu di dalam mengawasi anak-anaknya," pungkas dia.**(Adv/Us)