PANGKALANKERINCI -- Satu-satunya akses jalan darat lebih dua pekan terputus total. Ditambah mencari Ikanpun di Sungai Kampar tak lagi mudah. Begitulah nasib ratusan kepala keluarga (KK) warga Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci. Lebih dua pekan mereka menjadi korban luapan Sungai Kampar. Namun, ironis belum ada pihak terkait yang menyalurkan bantuan. 

"Kalau kesusahan warga kini ya ikan sangat berkurang dari biasa dan sulit mendapatkannya. Padahal, sebagai nelayan, warga sangat menggantungkan hidup dari mencari ikan. Tapi sekarang kan Sungai Kampar menguap,''ungkap Kepala Desa Rantau Baru M Sahir, di Pangkalan Kerinci, Selasa 29 Desember 2015.
 
Selain mengeluhkan berkurangnya mata pencaharian dari mencari ikan sambung Kades, satu-satunya akses jalan darat yang menghubungkan desa dengan ibu kota kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci juga putus total. 

"Seluruh badan jalan kurang lebih 4 kilometer, semuanya tertutup air. Kalau saat ini ketinggian debit air mencapai 30-40 centimeter. Sebelumnya lebih 60 centimeter. Kalau biasanya mobil dan oplet serta sepedamotor melintas, sejak lebih dua pekan ini pompong dan robin lah yang bisa melintasinya,"bebernya. 

Terputusnya akses jalan serta sulitnya menangkap ikan bagi ratusan KK sebut M Sahir, tentu secara ekonomi, kondisi perekonomian masyarakat makin parah. "Biasanya ikan kepetok, udang, selais dan lainnya bisa dijual untuk menghidupi keluarga, tapi sekarang sulit, tentu sulit pulak ekonomi warga,"ujarnya.