MANDAU -- Melalui program 1001 kolam, tidak hanya diharapkan mampu mendongkrak sektor ekonomi masyarakat, akan tetapi lewat jalur ini juga Kecamatan Sungai Mandau bisa menjadi salah satu Kecamatan sebagai sentral ikan air tawar.

"Semangat untuk mewujudkan kecamatan Mandau sebagai sentral ikan air tawar ini muncul ketika saya melihat prosfek yang ada dilapangan sangat bisa diandalkan,"kata Camat Sungai Mandau Irwan S Sos MM, kepada GaungRiau, Senin 23 Nopember 2015.

Dia menyebut, kenapa gagasan membuat program 1001 kolam di orbitkan, sebab beberapa kampung diwilayahnya cukup punya potensi untuk itu, sedangkan sasaran ikan air tawar tersebut diantaranya ikan Nila, Patin Gurami dan ikan air tawar lainya.

"Selain itu, untuk di kecamatan sungai Mandau ini Empat kampung merupakan daerah penghasil padi, diantaranya kampung olak, kampung Teluk Lancang, kampung Muara Kelantan dan kampung Lubuk Jering," jelasnya.

Diakatakannya, karena padi yang ditanam oleh masyarakat tersebut merupakan bibit IP 200, maka dalam satu tahun hanya bisa 2 kali panen, untuk menambah hasil para petani, program 1001 Kolam yang dilaksanakan merupakan sebagai sumber ekonomi tambahan, "untuk ikan air tawar ini juga bisa dilakukan 2 kali panen dalam satu tahun," pungkasnya.

Dia menejlaskan, saat ini dari program 1001 Kolam tersebut, sudah terdapat 100 lebih Kolam milik masyaraklat saat ini, Dia optimis hingag tahun 2017, program 1001 Kolam ini bisa terwujud.

Ketika ditanya mengenai pemasarannya, Dia menyebut hal itu tidak akan terkendala, karena akses jalan dari daerah ini telah cukup bagus, untuk ke Perawang saja hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

"Dan ini tentunya salah satu bentuk kemudahan dalam memasarkannya, kalau kita melihat kebutuhan ikan sekarang ini cukup tinggi, mudah-mudahan apa yang sedang kita rintis bersama masyarakat ini nantinya bisa berjalan dengan baik,"harapnya.**(jas)