• Kepala Desa Sering, Yunus, melakukan tanda tangan MoU bersama dengan 8 desa lainnya untuk kembali mengikuti Program Desa Bebas Api RAPP tahap 2 yang diperpanjang hingga Desember 2015.

PEKANBARU –- Tiga desa dari sembilan desa peserta program Desa Bebas Asap (Fire Free Village/FFV) yang diinisiasi ole PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berhasil memperoleh penghargaan berupa reward senilai 100 juta rupiah atas keberhasilannya menjaga wilayah desa dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) selama periode Agustus hingga Oktober 2015 lalu.

Ketiga desa tersebut di antaranya Desa Kuala Panduk, Petodaaan, dan Segamai yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Sedangkan tiga desa peserta lainnya, yaitu Pelalawan, Kuala Tolam, dan Teluk Binjai, mendapat reward senilai 50 juta rupiah karena mampu menekan kebakaran hingga kurang dari 2 hektare (ha).

Penghargaan Desa Bebas Api tersebut diserahkan langsung oleh Plt Gubernur, Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Kabupaten Pelalawan HM Harris, di Pekanbaru, Rabu 18 Nopember 2015.

Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, program pencegahan kebakaran lahan dan hutan ini harus terus ditingkatkan, salah satunya seperti yang dilaksanakan oleh RAPP melalui program Desa Bebas Api. Pemerintah Propinsi Riau, dikatakannya, terus mendorong perusahaan lain untuk melakukan langkah yang sama dalam meningkatkan program pencegahan seperti sosialisasi dan kanalisasi.

“Kemanapun saya pergi ke berbagai perusahaan, pemerintah selalu mendorong agar melakukan langkah-langkah pencegahan kebakaran, seperti yang telah dilakukan RAPP, sebagai bagian non struktural, termasuk upaya sosialisasi, sedangkan untuk strukturalnya, kita dorong untuk melakukan kanalisasi,” ungkapnya.

Andi Rachman menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berupaya maksimal dalam mengatasi masalah kebakaran. Pihaknya sudah menganggarkan dana cukup besar dalam anggaran 2015 bagi penanggulangan kebakaran. Pemprov juga telah memiliki sejumlah insentif bagi masyarakat yang tidak membakar lahan, seperti bantuan pemberian bibit. Selain itu, penegakan hukum juga cukup optimal, tetapi masih ada kendala pada tenaga ahli kebakaran.

“Kita harapkan tujuan kita sampai dalam hal pencegahan ini. Propinsi Riau tidak akan berhenti untuk melakukan pencegahan. Makin banyak yang mau berkorban untuk negara ini. Terima kasih RAPP dan ini pesertanya tak boleh berkurang harus bertambah," kata Andi.