PEKANBARU -- Kualitas udara Kota Pekanbaru semakin hari semakin memburuk hal ini menyusul semakin pekatnya kabut asap. Berbagai gerakan melawan asap terus berlangsung ditengah masyarakat.

Jumat 23 oKTOBER 2015 aksi demonstrasi melawan asap, kembali berlanjut di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru oleh 2 kelompok yang berbeda. Ada ribuan guru yang tergabung dalam Forum Guru Melawan Asap (FGMA), serta aksi ribuan dosen muda dan mahasiswa Universitas Riau (UR).

Dalam aksinya, Ketua FGMA, Sahran Ritonga mengatakan bahwa pihaknya menuntut agar pemerintah menetapkan status bencana asap di Pulau Sumatera, Provinsi Riau dan Pulau Kalimantan menjadi bencana Nasional.

"Kami meminta pemerintah untuk serius dalam menangani bencana asap yang ada di provinsi Riau, sehingga proses belajar dan mengajar guru dan siswa dapat kembali berjalan seperti biasa. Disamping itu, kami juga berharap agar para pelaku pembakar hutan dan lahan dihukum seberat-beratnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Zulfadil yang juga ikut dalam aksi tersebut menyatakan hal yang sama. Pasalnya sudah hampir 3 bulan belakangan ini proses belajar mengajar di kota Pekanbaru terganggu. Seingga banyak pelajaran yang tertinggal, sementara kalender akademik terus berjalan.

"Kita berharaplah, agar bapak presiden bekerja keras lagi dalam menangani bencana asap ini, saya juga mengapresiasi berbagai upaya yang sudah dilakukan guru untuk mengejar ketertinggalan pelajaran selama kabut asap ini. Semoga bencana ini segara berakhir dan kita kembali bisa sekolah," kata Zulfadil dalam orasinya.**(saf)