• Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis H Afrizal.

BENGKALIS -- Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis sangat mendukung penuh dan mengapresiasi kinerja dari kelompok masyarakat pelestari pohon Mangrove di wilayah Bengkalis. 

Hal itu disampaikan Kepala BLH Kabupaten Bengkalis Arman AA didampingi Kabid Pelestarian dan Pengembangan (Lesbang) H Afrizal, Kamis 4 Desember 2015 kemarin.

Menurut Afrizal, evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah menunjukkan bahwa untuk mencegah abrasi tidak cukup dengan hanya menanam mangrove di pesisir. Di beberapa wilayah Indonesia yang kondisi mangrovenya sudah rusak diperlukan bantuan penahan gelombang jika akan melakukan rehabilitasi pantai dengan mangrove. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi status kondisi pesisir termasuk kondisi pohon Mangrove.

Beberapa alternatif telah dilakukan dalam rangka rehabilitasi pesisir pantai. Pertama dilakukan dengan penanaman mangrove. Kedua, jika hal itu tidak berhasil maka sebelum penanaman mangrove diupayakan dengan menggunakan pembuatan penahan gelombang. Ketiga, jika kedua alternatif tidak berhasil maka dibuat alat pemecah ombak (APO) tanpa penanaman mangrove.

Sejalan dengan upaya tersebut di atas, diperlukan upaya pengembangan kelembagaan pengelolaan wilayah pesisir baik di pusat maupun di daerah, yang melibatkan para pemangku kepentingan terkait melalui perencanaan kolaboratif dan komprehensif. Setiap pihak harus memahami tujuan pengelolaan wilayah pesisir terpadu dan mempertimbangkan keberadaan masyarakat setempat yang masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap wilayah pesisir dan laut.
 
“Kami akan tetap memberikan dukungan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kelompok Masyarakat Magrove yang selama ini mempunyai kepedulian menjaga kelestarian ekosistem mangrove di wilayah Bengkalis, terlebih lagi kepada Kelompok yang baru-baru ini mendapat penghargaan, Setya Lestari Bumi, dari Gubernur Riau sebagai Kategori Penyelamat Lingkungan. Jadikan prestasi yang diperoleh tersebut sebagai tantangan untuk lebih meningkatkan semangat masyarakat dalam menjaga, melindungi dan mengelola ekosistem mangrove,”terangnya.**(put)