PEKANBARU -- Adanya rencana Asosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia (AHTRMI) yang akan menanam sejuta pohon di area tugu zapin Pekanbaru dinilai tidak tepat oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pekanbaru.

Pasalnya, selain tidak memiliki area kosong, lahan tanah untuk menanam sejuta pohon dinilai tidak memungkinkan melaksanakan penanaman yang dilakukan asosiasi tersebut.

"Bagaimana mungkin bisa ditanam. Kan bisa dilihat, mana ada tanah disitu (tugu zapin, red)," ujar Edwin Supradana, Kepala DKP Pekanbaru kepada media ini, Selasa 26 Januari 2016.

Dikatakannya, kalau memang rencana tersebut hanya sekedar simbolis pemberian tanaman ke pemerintah, hal itu sah-sah saja dilakukan di tugu zapin. Namun, jika dicanangkan akan ditanam berbagai tumbuhan di sekitaran area, tentu akan memakan kinerja baru dari pihaknya di DKP.

"Ya harus dicangkul lagi lah. Paling tidak ada yang harus dibongkar. Karena sama-sama kita tahu, area tugu zapin sudah dipadati beton atau semen yang harus dibongkar," katanya.

Disinggung apakah pihaknya sudah menerima kabar tersebut, Edwin menegaskan belum sama sekali menerima konfirmasi dari AHTRMI maupun Walikota. "Belum ada, ini aja baru dapat kabar dari faktariau," sebut Edwin.

Diberitakan sebelumnya, AHTRMI belum lama ini sudah berkoordinasi bersama komisi B DPRD Riau terkait rencananya menanam sejuta pohon di Provinsi Riau. Seluruh wakil rakyat di komisi B setuju dan mendukung program tersebut dapat terealisasi dengan cepat.

Namun, dalam pertemuannya, AHTMRI akan memulai mewujudkan program tersebut di empat Kabupaten/Kota. Diantaranya Kampar, Pelalawan, Rohul dan Indragiri Hilir.

"Ya, kita akan memulai perdana di empat kabupaten tersebut, selebihnya menyusul. Untuk simbolis pertamanya kita akan mengundang Ibu Menteri LHK Ibu Siti Nurbaya untuk menanam pohon di area yang kita pilih, yaitu tugu zapin Jalan Sudirman," katanya belum lama ini.**(wan)