TEMBILAHAN -- Puluhan karyawan PT Inhil Sarimas Kelapa (ISK) yang berada di Desa Sungai Sejuk, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau diduga mengalami keracunan makanan, Sabtu 6 Agustus 2016.

Menurut sejumlah warga, para pekerja menunjukkan tanda-tanda keracunan seusai makan siang di salah satu warung makan terdekat PT ISK desa Sungai Sejuk Kecamatan Kempas. Sekitar pukul 14.00 WIB, puluhan karyawan tiba di RSUD Puri Husada Tembilahan yang diangkut beberapa kendaraan roda 4.

Kejadiam keracunan puluhan karyawan PT ISK ini dibenarkan oleh pihak Kepolisian. Berdasarkan keterangan yang di sampaikan Kapolres Inhil melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, ada 33 karyawan yang keracunan, 15 laki-laki dan 18 perempuan.

Adapun kronologis kejadian, sekira pukul 08.00 Wib seperti biasanya karyawan PT. ISK melaksanakan sarapan pagi ( makan makanan nasi kuning, telur, tumis kacang udang kering dan minuman teh gelas )  di Kantin PT. ISK.

Selanjutnya setelah sarapan sekira pukul pukul 11.30 Wib para karyawan PT. ISK merasa sakit perut dan mual hingga sampai muntah.

"Melihat hal tersebut saksi dan beberapa rekan karyawan lainnya langsung membawa para korban ke RS Puri Husada Tembilahan Kab. Inhil," kata Paur Humas.

Saat ini, lanjutnya penyebab keracunan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Kempas.

Dari hasil keterangan S, selaku Sub kontraktor makanan telah menyiapkan nasi bungkus sebanyak 100 bungkus dan semua nasi tersebut habis termakan untuk 100 orang pekerja.

"Yang terkena dugaan keracunan sebanyak 33 orang dan Sdr. S sebagai penyedia makanan sudah bekerja selama 8 tahun sebagai Sub Kontraktor makanan di PT. ISK," tambahnya.

Penyebab keracunan masih dalam penyelidikan dan sampel makanan yang dimakan para korban sudah diambil untuk diteliti lebih lanjut.

Sementara itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Inhil H Adrianto ketika ditemui di RSUD Puri Husada menyayangkan atas peristiwa itu. Namun yang jelas, ia mendesak Dinas Kesehatan untuk segera menangani persoalan tersebut.

“Kita belum bisa menduga-duga penyebab peristiwa ini namun kita dorong pihak-pihak terkait untuk menangani hingga tuntas, termasuk kepolisian,” katanya.**(suf)