PELALAWAN -- Tidak hanya Pemerintahan Kabupaten/Kota se - Riau,malah hingga Pemerintah Propinsi Riau saat ini melakukan evaluasi terhadap jumlah pegawai honorer.

Efisiensi dan rasionalisasi anggaran menjadi alasan dilakukannya evaluasi. Dimana untuk Pemerintah Kabupaten Pelalawan, besaran anggaran yang dibutuhkan Rp 150 miliar per tahunnya dengan jumlah tenaga honorer 5000 lebih.

"Jadi saat ini evaluasi tenaga honorer Bukan hanya dilakukan Pemerintah Kabupaten Pelalawan saja,melainkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota hingga Pemerintah Propinsi Riaupun melakukan evaluasi tenaga Honorer.Ini Erat kaitannya dengan efisiensi anggaran," papar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdakab Pelalawan Andi Yuliandri S Kom, kepada media ini, Selasa 2 Februari 2016.

Menurut Andi, laporan evaluasi seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Pelalawan sudah masuk ke BKD. Selanjutnya sekarang proses pendataan untuk dilaporkan ke Sekda sebelum dilaporkan ke pimpinan. 

"Jelasnya keputusan semuanya ada ditangan pimpinan.Kita akan mempersiapkan Seluruh data yang ada," ungkapnya.

Sebelumnya menurut Bupati Pelalawan, HM Harris, jumlah pegawai honor beserta anggaran dinilai sangat besar dan boros.Sehingga, Pemkab Pelalawan berencana akan melakukan evaluasi terhadap jumlah pegawai honorer yang ada saat ini.

"Kita akan evaluasi pegawai honor yang ada di SKPD. Anggran untuk tenaga honor 2016 saja mencapai Rp 150 miliar, jumlah ini dinilai sangat boros," tegas Bupati.

Dikatakan Bupati, penggunaan pegawai honor akan disesuaikan dengan kebutuhan kontrak. Artinya, bagi pegawai honor yang dianggap tidak efektif, kontraknya tidak akan diperpanjang lagi ditahun berikutnya.

"Apalagi kontrak pegawai honor Desember ini berakhir, Januari kontrak harus diperbaharui lagi. Begitu juga guru, kalau dianggap tidak dibutuhkan dan tidak punya kemampuan akan dievaluasi," terangnya.

Bupati mengaku, jika dirinya sering mendapat laporan terkait banyaknya pegawai honor yang penempatannya tidak sesuai dengan bidang ilmu dan kebutuhan SKPD. " Hanya yang Kita butuhkan yang akan dipertahankan," tukasnya.**(ham)