PEKANBARU -- Berakhirnya masa liburan panjang berpengaruh ke jasa transportasi di Riau, termasuk penerbangan. Banyak penerbangan yang sepi penumpang dari dan menuju Pekanbaru sejak awal Januari hingga saat ini.

Menurut Ketua Airlines Operator Committee (AOC) Riau, Wahyu Wijanarko, kondisi sepi penumpang atau low season ini akan berlangsung hingga awal April mendatang.

"Kondisi low season ini sangat berdampak ke maskapai sehingga beberapa ada yang membatalkan jadwal penerbangan sejak jauh hari," sebut Wahyu kepada wartawan, Selasa 2 Februari 2016.

Wahyu mengatakan bahwa di masa low season, maskapai-maskapai yang ada melakukan beberapa penyesuaian utnuk menyiasati penurunan permintaan. Salah satunya yakni dengan mengurangi penerbangan khususnya untuk rute Jakarta.

"Untuk penumpang yang sudah memesan tiket, bisanya akan diinfikan jauh hari supaya bisa reschedule penerbangan," ungkapnya.

Untuk kondisi penerbangan sendiri, meski sepi arus penumpang masih aman. Tidak ada terjadi komplain akibat pengurangan jadwal penerbangan yang ada. "Karena memang sudah ada aturan untuk penerbangan yang dibatalkan, mesti diinfokan kepada penumpang semingggu hingga dua minggu sebelum keberangkatan," sebutnya.

Di samping itu, beberapa maskapai juga melakukan pengurangan harga tiket pesawat dan juga mengeluarkan tiket promo. Strategi ini dilakukan untuk mendongkrak jumlah penumpang agar pesawat tetap terisi oleh penumpang. "Kita memang bermain di harga bawah jika di masa low season ini," sebutnya.

Untuk jumlah penumpang rute Jakarta, jelas Wahyu, pengurangan terjadi hingga 40-45 persen dari hari libur kemarin. Namun demikian pemasukan dari rute Jakarta ini maish tetap besar karena mayoritas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II didominasi oleh rute Pekanbaru-Jakarta. "Normalnya ada 21 penerbangan dalam sehari dengan load factor sekitar 60 persen," terangnya.

Sementara untuk penerbangan internasional, pengurangan jauh lebih besar lagi. Wahyu mengatakan untuk penerbangan menuju Singapore, terjadi penurunan hingga 50 persen. Penurunan ini terjadi karena rute menuju Singapore masih banyak diisi oleh pelancong yang ingin berlibur.

Untuk penerbangan menuju Kuala Lumpur, jumlah penurunan penumpang di masa low season tidak mengalami penurunan yang signifikan. Wahyu mengatakan penurunan rute Malaysia hanya sekitar 30 persen. "Ini dikarenakan masih tingginya perjalanan umrah dari Pekanbaru," pungkasnya.**(dwi)