• M Noer MBS

PEKANBARU -- Imbas dari turunnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat dan provinsi, Pemerintah Kota(Pemko) Pekanbaru terpaksa kembali melakukan peninjauan ulang berbagai kegiatan yang sudah terlanjur dialokasikan dalam APBD 2016.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, M Noer menjelaskan bahwa saat ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Pekanbaru tengah  menghimpun kegiatan yang menjadi skala prioritas di tahun 2016 ini.

"Semua kegiatan sekarang tengah kita buat skala prioritas. Mana yang paling dianggap penting akan ditempatkan pada urutan atas, sehingga nanti bisa terlaksana,"paparnya, Kamis 11 Februari 2016.

Sementara untuk program yang tidak terlalu penting, lanjut M. Noer tidak akan dipangkas atau tetap dipertahankan dalam APBD namun diberi tanda bintang.

"Maksudnya jika anggaran mencukupi tetap akan dilaksanakan, sebaliknya bila keuangan tidak mampu maka dengan terpaksa tidak direalisasikan,"imbuhnya lagi.

M. Noer menambahkan,  untuk menetapkan skala priotritas dimasing-masing SKPD, pihaknya masih menunggu usulan dari Kepala SKPD bersangkutan. Sebab SKPD lebih memahami dan mengetahui apa yang menjadi program prioritasnya.

"Yang memahami prgram yang menjadi prioritas itu SKPD nya. Tak mungkin pula saya. Jadi mereka yang akan mengusulkan,"jelasnya.

Ketika ditanya kapan proses penetapan skala prioritas kegiatan yang dialokasikan dalam APBD 2016, M Noer mengatakan diupayakan dalam waktu secepatnya.

"Kita targetkan paling lama akhir Februari ini sudah rampung dan APBD dapat segera digunakan,"jelasnya lagi.

Dilain sisi perihal defisit anggaran sejumlah 1 T yang diungkapkan anggota dewan, ditepis oleh M Noer. Dikatakannya sampai saat ini berapa jumlah defisit belum bisa diketahui karena anggaran belum berjalan.

"Belum bisa kita lihat apakah defisit atau belum. Pencairan saja belum, kita sekarang masih menghimpun DPA. Tunggu dulu," katanya.

Ia menambahkan, anggaran baru dikatakan defisit jika semua Final.  Jika dilihat dari situasi perekonomian sekarang, bukan defisit atau kekurangan, tetapi penundaan.

"Belum tahu kita. Tunggu dululah, kita lihat nanti. Kita baru sibukkan tindak lanjut  DPA,"tutupnya.**(saf)