Bupati Minta Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kamis, 07 April 2016 - 00:00:00 WIB
BENGKALIS -- Bupati Bengkalis, Amril Mukminin mengintruksikan kepada stakeholder terkait, untuk dapat menekan kasus kekerasan perempuan dan anak. Mengingat, sejauh ini kasus tersebut ditangani sebanyak 42 kasus atau rata-rata 3,5 kasus per bulan.
Demikian sambutan Bupati Amril Mukminin yang dibacakan Plt Asisten III Setda Bengkalis, Hermanto, pada pembukaan harmonisasi dan sinkronisasi penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penguatan kelembagaan gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Kamis 7 April 2016.
Pada acara pembukaan itu dihadiri, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Mustafa, narasumber Asisten Deputi Perlindungan Perempuan Buddy Prabowo dan Sekretaris P2TP2A Riau, Puspita Juwita dan sejumlah pejabat SKPD di lingkup Pemkab Bengkalis.
Seperti diketahui, kasus perempuan dan anak pada tahun 2015 lalu, yang ditangani sebanyak 42 kasus atau rata-rata 3,5 kasus per bulan. Yaitu, kekerasan dalam rumah tangga, pencurian, kekerasan seksual, perebutan hak asuh, kekerasan terhadap siswa, kecelakaan lalu lintas, lesbian, kenakalan dan hak sekolah. sementara sampai maret 2016 ini, sudah ada 28 kasus. atau hanya dalam waktu tiga bulan, sudah mencapai 50 persen dibandingkan tahun 2015.
Sedangkan hingga Maret 2016 yang rata-rata kurang lebih 9 kasus per bulan, atau meningkat sekitar 3 kali lipat dibanding rata-rata di tahun 2015, hal ini harus menjadi perhatian dan keprihatinan serius kita bersama.
Secara geografis Kabupaten Bengkalis, berada di lintasan Sumatera dan berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional. Selain sisi positif, posisi strategis ini juga rentan terjadi kasus TPPO. Adapun target TPPO ini adalah perempuan dan anak, baik itu untuk dieksploitasi secara seksual ataupun tenaganya, di dalam maupun luar negeri.
Diungkapkan Hermanto, dilihat dari faktor yang melatar-belakanginya, saat ini modus TPPO ini kian beragam, seperti pelacuran di area lokalisasi maupun secara terselubung di cafe, panti pijat, hotel dan warung remang–remang, dan sebagainya. atau juga dijadikan tenaga kerja dengan upah murah.
“Pemkab Bengkalis mendukung sepenuhnya upaya untuk penguatan kelembagaan gugus tugas pencegahan dan penanganan TPPO ini. Termasuk pendanaan melalui APBD. Sebab, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 183/373/sj, tanggal 5 Februari 2016, daerah diperintahkan membentuk gugus tppo dan memberikan dukungan pendanaan melalui APBD,” ungkap Hermanto.
Bupati berharap, seluruh pihak komitmen tinggi untuk memberantas dan memerangi TPPO ini. Apalagi Kabupaten Bengkalis boleh dikatakan sudah maju selangkah, karena pada tahun 2015 kita sudah membentuk gugus tugas TPPO, yang dituangkan melalui SK Bupati nomor 212/kpts/IV/2015.
Mengingat pentingnya gugus depan TPPO ini, Bupati minta seluruh pihak mengambil langkah dan upaya untuk melindungi dan memfasilitasi para korban TPPO, seperti masalah kesehatan dan perlindungan hukum, penanganan dampak psikologis, dan ekonomi para korban, serta meminimalisasi sekecil mungkin terjadinya kejahatan TPPO di daerah kita ini.
Sedangkan untuk upaya pemberantasan kasus TPPO, perlu adanya pendekatan preventif atau pencegahan dan kewaspadaan dini terus dilakukan secara proaktif dan berkesinambungan. Baik itu melalui berbagai dialog, sosialisasi, dan advokasi. tingkatkan terus pengetahuan dan pemahaman masyarakat, sehingga muncul kesadaran diri dan peran serta aktif masyarakat untuk ikut mencegah dan memberantas TPPO ini.**(put)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Takut Melanggar Aturan
Tiang Besi Hasil Penertiban Belum Dilelang
Gaungriau.com -- Sudah satu tahun lebih lamanya tiang besi hasil penertiban Satpol PP Kota Pekanbaru belum juga dilakukan pelelangan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan pelelangan ini dikarena belum adanya titik terang.…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akui Diperiksa Sebagai Saksi
AF Bantah Terlibat Dugaan Korupsi Bansos
Gaungriau.com -- Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Azmi Fatwa (AF) membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp290 miliar pada anggaran tahun 2012 silam. Dia tak menampik kalau dirinya diperiksa oleh penyidik Polda Riau, namun hanya sebatas dimintai keterangan (saksi) atas tersangka…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penyalahgunaan Lem di Kalangan Anak
Pemkab dan Aparatur Inhil Diminta Serius Menyikapi
Gaungriau.com -- Maraknya fenomena 'ngelem' di kalangan anak-anak di Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kota Tembilahan terkesan ada pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Inhil. Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda Inhil ini. Menanggapi hal itu, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia cabang Inhil,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker TNI Ditertibkan
Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015. Celana…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Dugaan Korupsi Bansos
Jamal Abdillah Sebut Politikus PKS Ikut Terlibat
Gaungriau.com -- Mega korupsi dana hibah atau bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 sebesar Rp 290 miliar yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah ternyata masih banyak yang keterlibatan sejumlah anggota dewan yang masih aktif. Selain Jamal Abdillah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKK Kampar dan Granat Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Gaungriau.com -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Granat (gerakan Nasional Anti Narkotika) Kabupaten Kampar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap siswa dan siswi SLTA dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yakni Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati…





