• Gubri dampingi Kapolri Tinjau Karhutla di Rimbo Panjang

PEKANBARU -- Kepala Polisi Republi Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian menyatakan bahwa kedatangannya ke Riau selain untuk melihat langsung pemadaman dan lokasi Kebarakan lahan dan hutan (Karlahut) di Riau, juga mencari tahu tentang terbakarnya sejumlah areal lahan korporsi yang sudah di keluarkan SP3 oleh Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri saat meninjau lokasi Karlahut di Jalan Swadaya, Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau. saat itu Kapolri didampingi oleh Gubernur Riau, H. Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau, Danrem Wirabima.

"Saya kesini ya untuk membahas Karlahut, termasuk soal itu (lahan korporasi yang di SP3 kan terbakar lagi,red)," terang Tito kepada wartawan, Senin 29 Agustus 2016 di Rimbo Panjang.

Tito mengakui soal penegakan hukum Karlahut ini merupakan sudah menjadi Astensi khusus, dimana penegakan hukum tersebut harus benar-benar ditegakkan tanpa melihat status dan jabatan, serta harus adil.

Selain itu ia juga tak menampik kemungkinan dibentuk Tim Independen Terpadu Penegakan Hukum Karlahut yang melibatkan Penegakan Hukum Karlahut yang melibatkan kepolisian, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta kejaksaan Agung termasuk para pakar yang bisa menjadi saksi ahli.

"Tidak ada kemungkinan, makanya kita bahas dulu masalah ini secara internal," ungkap Jendral berbintang empat tersebut.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, dalam beberapa pekan terakhir titik panas (Hotspot) kian membara, bahkan kini kabut asap mulai menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru. Bahkan Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto sudah berulangkali turun kelapangan untuk berpartisipasi melakukan pemadaman Karlahut.

Berdasarkan hasil pantauan Satelit Terra Aqua Modis ditemukan hotspot yang berada di areal 8 korporasi dari 15 korporasi yang di SP3 oleh Kapolda Riau mengalami peningkatan hotspot yang cukup signifikan di tahun 2016.

Adapun kedelapan perusahaan tersebut yakni PT Dexter Perkasa Industri Indonesia, PT Siak Raya Timber, PT Duta Laksana, PT Perawang Sukses Perkasa Industri, PT Ruas Utama Jaya, PT Huta Sola Lestari, PT Suntara Gajah Patih, PT Sumatera Riang Lestari.**(ika)