• Drs HM Wardan MP

TEMBILAHAN -- Puluhan tahun lalu, masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengutamakan penanaman pohon kelapa di kebun mereka guna memenuhi kebutuhan perekonomian.

Hal itu tidak berbeda dengan apa yang dilakukan masyarakat Dusun Penyagu Desa Pulau Cawan Kecamatan Mandah Kabupaten Inhil. Sayangnya, pohon kelapa yang jadi penopang hidup masyarakat dalam beberapa tahun terakhir mengalami berbagai permasalahan yang mengganggu.

Seperti yang di ceritakan warga setempat, Dinras (54) saat dikonfirmasi media, Jum'at 16 September 2016 mengatakan bahwa sejak tahun 1987 dan sampai saat ini kebun mereka mengalami kerusakan akibat intrusi air laut.

"Sudah ada 20 tahun kira-kira kami begini terkena intrusi. Tapi yang betul-betul parah 4 tahun terkahir ini," katanya.

Dalam kurun waktu 20 tahun, katanya masih bisa melakukan panen dan hasilnya juga masih bisa menjamin hidup keluarga. Dan dalam kurun 4 tahun ini juga ada sebagian yang bisa dilakukan panen akan tetapi hasilnya tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan keluarga.

"Kemarin masihlah bisa dipanen, 4 tahun terakhir ini kalaupun ada tidak semacam dulu, tidak mampu menutupi kebutuhan," ulasnya.

Dengan keadaan seperti itu, ia menambahkan bahwa untuk melanjutkan ekonomi solusi yang diambil adalah terpaksa mengalihkan pekerjaan dengan mencari penghasilan yang lain, "Ada yang menjaring ikan, membuat kayu bakar dan yang lainnya," ujarnya.

Dinras berharap kepada Pemerintah Daerah Inhil bisa mengupayakan penyelamatan kebun kelapa masyarakat. "Kita sangat berharap kepada pak Bupati yang menyempatkan hadir di dusun kami, untuk mengupayakan tanggul keliling agar air tidak masuk," harapnya.

Sementara, Bupati Inhil HM Wardan yang langsung meninjau kebun masyarakat katakan rusaknya perkebunan masyarakat tersebut akibatkan intrusi air laut.

"Ini terjadi intrusi air laut, air ini terasa asin sehingga kebun masyarakat yang berukuran ratusan hektare untuk saat ini sangat rusak parah. Kita dari pemerintah akan mengupayakan perbaikan, sebab pemerintah saat ini mempunyai program penyelamatan kebun masyarakat," imbuhnya.**(suf)