PEKANBARU -- Gaungriau.com -- 25 orang alumni dan Mahasiswa tingkat akhir serta sejumlah alumni SMK mengikuti seleksi penerimaan karyawan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang digelar di lantai 6 kampus Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Kamis 3 Mei 2018.

Kesempatan untuk alumni dan mahasiswa tingkat akhir Umri ini bukanlah tanpa alasan. Ini merupakan bagian kerjasama Umri dengan RAPP yang ingin merekrut karyawan dari kampus-kampus di Riau.

“Tujuannya adalah memberi kesempatan untuk alumni, mahasiswa tingkat akhir dan anak SMK dari jurusan teknik otomotif untuk berkarir di RAPP,” papar Kepala Program Studi Teknik Otomotif Umri, Jusnita.

Dijelaskannya, atas kesempatan itu, Umri menyebarkan informasi rekrutmen karyawan kepada alumni dan mahasiswa tingkat akhir serta siswa SMK selama dua minggu terakhir. Dari pengumuman itu, ada 25 yang mendaftar.

Selanjutnya, mereka menjalani seleksi yang dibagi dalam tiga tahap. Pertama yaitu tahap psikotes. Setelah psikotes, ada technical test dan wawancara. Kemudian kalau sudah lulus baru menjalani tes kesehatan.

Jusnita mengapresiasi positif langkah pihak perusahaan yang langsung meminta ke kampus untuk merekrut calon tenaga kerja. “Mereka masih percaya alumni kita. Karena kurikulum kita sudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” katanya.

Selain rekrutmen calon tenaga kerja, sebenarnya Umri juga menjalin kerjasama dengan RAPP untuk penempatan mahasiswa magang dan penyediaan alat praktikum. Semua langkah ini dibutuhkan karena mahasiswa belum semua dipakai oleh dunia industri.

“Kita imbau dunia industri, khususnya di otomotif untuk bekerjasama dengan Umri. Hal ini sebagai upaya mensinkronkan dunia industri dengan pendidikan,” kata Jusnita.

Selain RAPP, Jusnita menjelaskan bahwa pihaknya sudah pernah mencoba kerjasama rekrutmen calon karyawan dengan PT Sinar Mas. Dari peserta 30 orang, yang diterima 25 persen. Selain selektif, perusahaan biasanya juga kerap mengutamakan putra daerah.

“Disamping mempertemukan alumni dan mahasiswa dengan dunia usaha, hal ini juga kami lakukan untuk memperkuat peran universitas. Termasuk di antaranya untuk meningkatkan akreditasi yang akan dilakukan tahun 2019,” terang Jusnita.

Sementara, Head Empowement CSR RAPP, Sundari menjelaskan bahwa kerjasama dengan beberapa universitas dilakukan karena keberadaan RAPP memang ada di Riau. “Jadi diutamakan agar orang Riau yang bisa mendapat kesempatan kerja,” kata dia.

Di Universitas Riau dan Politeknik Caltex Riau juga pernah dilakukan hal yang sama. Karena saat ini kita sedang membutuhkan tenaga kerja mekanik, jadi dibuatlah kerjasama dengan Umri yang memang memiliki program studi yang dibutuhkan.

Ditambahkannya, setelah lulus tahapan psikotes, akan ada technical test, wawancara dan medical check up. Langkah terakhir ini penting dilakukan karena harus pasti si calon karyawan dinyatakan sehat.

Jika hasilnya sehat, mereka juga harus menjalani training selama setahun dengan status karyawan. Kemudian juga akan ada mental building selama seminggu untuk mengetahui kekuatan mental si pekerja. “Tahapan ini harus kami lakukan karena kita mencari anak yang fisik dan mentalnya kuat,” paparnya. Apalagi sebagai industri yang erat dengan hutan industri, karyawan RAPP dituntut cakap berada di lapangan. **(rls)