• Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni (Kiri) dan Ketua DPW PSI Riau Infa Wilindaya (Kanan).

PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Telah ditetapkan sebagai salah satu peserta Pemilu tahun 2019 mendatang, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus melakukan konsolidasi dalam upaya mencapai target suara.

Partai besutan Grace Natalie itu terus melakukan berbagai strategi dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Tidak hanya, Pileg, partai salah satu pendukung Jokowi ini belum jugs menentukan sikap di Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 27 Juni ini.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang menetap di Jakarta mengatakan dirinya datang ke Riau ini bernostagia untuk melihat tanah kelahirannya. Putra kelahiran Riau ini ingin melihat kondisi Riau yang saat ini menjadi salah satu Provinsi yang melaksanakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

"Saya anak Riau asli. Ini tanah kelahiran saya. Saya dibesarkan di Riau hingga tamat SD. Setelah itu bersekolah di Jakarta. Orangtua saya saat ini masih tinggal di jalan Taskurun Pekanbaru." kata Raja Juli mengawali ceritanya, Sabtu 12 Mei 2018 di Cafe dan Resto Jimbaran Pekanbaru.

Berbicara soal Pileg, kata pria alumni Universitas Queensland, Australia, ini semuanya telah disiapkan oleh DPW dan DPD PSI seluruh Indonesia. Begitu juga dengan PSI di Riau, semuanya telah disiapkan secara baik dan terprogram di semua level baik caleg DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Kehadiran dirinya di Riau, salah satunya juga untuk merapat barisan dalam menghadapi Pileg 2019 mendatang. Meski partai baru, PSI sudah siap ikut kontestan Pileg dan mengevaluasi caleg di semua level baik tingkat pusat, provinsi dan kabupaten kota.

"Kehadiran saya di Pekanbaru ini untuk merapatkan barisan dalam hadapi Pileg nantinya. Sejauh mana persiapan Pileg yang di lakukan kawan-kawan di DWP dan DPD PSI di Riau. Inilah yang kita bahas bersama DPW dan DPD," kata Raja.

Pria yang pernah menjabat Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ini juga berbicara masalah Pilgubri. Dimata politikus muda ini, PSI belum bisa menentukan sikap calon gubernur mana yang akan didukung pada Pilgubri nanti. Bukan tidak ada alasan bagi PSI. Karena, belum ada calon yang betul-betul bisa membawa perubahan secara menyururuh disemua aspek kehidupan. Belum ada tokoh pembaharuan yang sesuai dengan visi misi partai.

"Bicara Pilgubri, belum ada yang kita dukung. Kita belum tentukan sikap. Kalau di daerah lain seperti di Jabar kita dukung Kang Emil, di Sulewasi Selatan Nurdin Abdullah dan di Jatim Bu Khofifah. Kalau di Riau belum. Wait and see saja dulu," kata mantan Direktur Eksekutif Maarif Institut ini.**(rls)