• Nuriman Khair

Gaungriau.com (MERANTI) -- Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti berencana akan mengusulkan Sekolah sekolah di Masing masing Kecamatan untuk masuk ke dalam program Sekolah Adiwiyata Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Keinginan dan keseriusan untuk mengikuti audisi Sekolah Adiwiyata di Kementerian Lingkungan Hidup RI ini juga mendapat dukungan dari Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs H. irwan Msi.

"Predikat Sekolah Adiwiyata memang telah menjadi target kita sejak awal. Ada beberapa sekolah seperti SMAN 1 dan SMAN 2 dan sekolah lainnya yang telah mengikuti audisi Adiwiyata. Untuk tahun ini kita harapkan lagi Sekolah sekolah di meranti lebih banyak diusulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup RI" Kata Bupati Irwan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Drs Nuriman Khair juga membenarkan akan adanya sekolah sekolah di Meranti yang akan di usulkan tahun ini tentunya harus cukup syarat melengkapi 4 Indikator penting baru dapat di usulkan secara berjenjang

"Kita Komitmen membantu sekolah sekolah yang siap di usulkan ke Kementrian Lingkungan Hidup untuk mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata. Tentu dengan syarat harus melengkapi ketentuan yang akan dinilai sebagai sekolah yang layak untuk dinobatkan" Kata Kadisdik Nuriman.

Ditambahkannya, sekolah yang bisa diusulkan harus memiliki Empat Indikator yang menjadi acuan penilaian. Yakni Pertama, pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. kedua, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan. ketiga, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif, dan ke empat pengembangan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah.

"Rincian dari empat indikator ini benar benar seiring dan menyatu, artinya program sekolah turut menguatkan ke arah Lingkungan hidup agar dapat di terapkan, seperti menerbitkan SK Edaran pelajaran lingkungan Hidup, SK Pemanfaatan air, listrik, Alat tulis termasuk RKAS dianggarkan oleh sekolah sebesar 20% untuk lingkungan" Kata Nuriman.

Dicontohkan Kadis, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan seperti penerapan pembelajaran monolitik dan terintegritas termasuk modal pembelajaran, metode pembelajaran, media cetak belajar, termasuk kegiatan kurikuler. Sementara untuk pengembangan kegiatan berbasis partisipatif seperti ekstra kurikuler yang melibatkan masyarakat sekitar dan mengikuti kegiatan instasi pemerintah dan swasta yang bernuansa lingkungan hidup seperti penggalakan penanaman pohon atau lainnya.

Sementara untuk pengembangan atau pengelolaan sarana pendukung yang menjadi faktor ke empat syarat sekolah adiwiyata yakni sekolah harus memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, pengelolaan, upaya atau himbauan tentang lingkungan.

"Sejauh ini sudah ada nama nama sekolah yang akan kita usulkan seperti SMPN 3 Rangssng, SMPN 4 Selat Panjang, SMPN 1 Belitung dan lain-lain. masing kecamatan maksimal 2 Sekolah Akan kita kasi kesempatan mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata ini dan seterusnya kita serahkan datanya ke BLH Kabupaten untuk di teruskan ke BLH Provinsi Riau hingga nantinya sampai ke Kementrian Lingkungan Hidup RI" Kata Nuriman.**(ridon)