Gaungriau.com(SIAK) -- Sudah sekian bulan proses belajar mengajar secara normal terhentikan. Pasca badai korona melanda, dan hingga sekarang ini wabah tersebut masih berlangsung secara mendunia, termasuk dikabupaten Siak.

Terhentinya proses belajar secara normal, membuat peserta didik melaksanakan aktivitas proses belajar mengajar, terpaksa dilaksankan secata daring.

"Dengan era new normal, ditambah lagi akan dibukanya proses belajar pada bulan Juli mendatang, membuat aktivitas belajarmengajarakan dilaksanakan sesuai dengan arahan protokoler covid ," kata Kadisdik Siak H Lukman ,S.Sos ,M.Pdmelalui Sekretaris nya Mahadar .S.Pd saat dihubungi lewat via ponselnya kemarin.

Dikatakan Mahadar, dikarena Kabupaten Siak berada di zona kuningmaka proses belajar yang akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang, terpaksa dibatasi, dengan artian berapa jumlah siswanya perkelas belajarnya akan dilakukan secara bergantian , yang akan disesuaikan dengan protokeler covid, seperti itu acuannya.

Misalnya kalau jumlah siswanya sebanyak 20 orang, maka proses belajarnya akan dilakukan secara bergantian, akan dibagi dua, dan begitu juga dengan jumlah siswa perkelas nya lebih dari jumlah itu.

Jadi untuk memenuhi prosesbelajar supaya peserta Disdik setiap mata pelajaran bisa terpenuhi, maka menurutnya akan ditambah dengan belajar sistem daring.

"Dikarenakan setiap sekolahjumlah pesertanya didiknyaada yang jumlahnya banyak, bagi sekolah yang berada ditengah kita dan juga yang dengan dengan ini kota kecamatan tentunya, akan dilakukan secara bergantian, artinya bisa saja pakai ship," ujarnya.

"Tapi bagi sekolah yang berada di Daerah yang agak pelosokyang jumlahnya siswaperkelasnyapaling banyak 10 orangtentunya yang seperti iniproses belajar secara normal bisa ful satu Minggu, namun walaupun demikian aktivitas yang dilaksanakan tetap nengedeoankanarahan protokeler covid yang harus kita patuhi bersama ,"terang Mahadar mengakhiri.**(infotorial/jas)